Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2021
Temu Pendidik Nusantara (TPN) adalah wadah bagi para pendidik untuk saling belajar dan berbagi praktik baik dalam bentuk konferensi tahunan. Pertemuan tahunan yang mempertemukan pemangku kepentingan ekosistem pendidikan di Indonesia untuk mengekspresikan kemerdekaan belajar, mengembangkan kompetensi, menginisiasi kolaborasi dan membangun karier. Tahun 2021 adalah tahun kelima semenjak peluncuran gerakan Merdeka Belajar yang dicanangkan pada Temu Pendidik Nusantara ke-III pada tahun 2016. Tahun ini, TPN dilaksanakan tanggal 20-21 November 2021 secara daring.
TPN 2021 kali ini mengusung tema “Merayakan Asesmen, Mendesain Ekosistem Merdeka Belajar”. Tema ini dipilih atas dasar keyakinan bahwa asesmen memampukan pendidik untuk membangun ekosistem yang merdeka belajar di ruang kelas. Merayakan Asesmen. Sebuah pesan untuk mengubah persepsi bahwa asesmen bukanlah sesuatu yang menakutkan tetapi sesuatu yang layak dirayakan. Asesmen yang baik tidak menghakimi murid melainkan memberdayakan mereka menjadi pribadi yang merdeka belajar. Guru dan sekolah merdeka belajar menjadi penggerak untuk membangun ekosistem merdeka belajar dengan pelibatan orang tua, komunitas, dan dinas pendidikan daerah.
Sebagai pendidik, kita harus hadir di TPN tahun ini karena banyak sekali manfaat yang didapatkan. Menghadiri TPN VIII menghubungkan kita dengan praktik baik pembelajaran dari 1000 guru, kepala sekolah, dan penggerak pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia. Keberagaman ide hasil dari buah pikiran dan tindakan para pembicara sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Ada banyak pilihan kelas yang dapat kita ikuti, diantaranya: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, kelas karier, kelas global, dan pameran karya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, TPN kali ini menghadirkan pembicara dari 13 negara. Sangat seru dan menyenangkan tentunya.
Bersyukur sekali rasanya, pada TPN VIII ini bisa kembali belajar dan menjadi salah satu pembicara bersama guru-guru hebat lainnya. Kami mendapatkan jadwal berbagi praktik baik pembelajaran di kelas kemerdekaan, pada hari Sabtu, 21 November 2022 pukul 09.00-10.00 WIB. Di sesi webinar ini, kami bisa saling berkolaborasi, saling belajar, dan saling berbagi. Kebetulan materi yang kami sampaikan tentang :
3. “Pembelajaran Matematika SMART di Masa Pandemi” oleh: Novatama Adi Nugraha (SMAN 1 Bojonegoro)
4. “Memahami Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi” oleh: Bu Nurafiah (SMAN 6 Bulukumba)
5. “Media untuk Pembelajaran” oleh: Bu Felipina (SMAN 2 Kupang Timur)
6. “Instory” oleh: Pak Rozza Hastama Wijaya (SMK Bakti 17 Jakarta)
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang didapatkan. Wah seru pokoknya… TPN memang keren… Sampai berjumpa lagi di TPN tahun 2022.
Referensi :
https://tpn.gurubelajar.org/
Dokumentasi Kegiatan :
Pelatihan "Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay 2021"

Bersyukur sekali bisa bergabung di kegiatan “Pelatihan Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay”. Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd atau sapaan akrabnya Om Jay, beliau adalah pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) sekaligus ketua penyelenggara kegiatan ini. Awal bisa bergabung pelatihan ini, saya mendapat info dari Bunda Lilis (Guru Inspirasi NTT). Akhirnya, Omjay memasukkan no wa saya di grup pelatihan menulis gelombang 19. Ternyata betul, disana banyak guru-guru penulis hebat yang menerbitkan banyak karya.
Pelatihan belajar menulis ini dibuka hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Para peserta bergabung via zoom dan juga bisa menyimak di youtube. Kegiatan dibuka langsung oleh Omjay, dan moderatornya Ibu Rita Wati. Selanjutnya, ada sedikit pemaparan materi oleh Pak Brian, yang juga alumni pelatihan belajar menulis gelombang 4 (Maret 2020). Kegiatan belajar menulis ini dilaksanakan setiap hari senin, rabu, dan jum’at pukul 19.00-21.00 WIB melalui grup whatsapp. Peserta harus menyimak materi yang disampaikan narasumber, dilanjutkan membuat resume materi di blog. Selanjutnya link tulisan dibagikan di grup dan sesama peserta bisa saling memberikan komentar dan masukkan ke penulis blog yang lain.

Dibutuhkan komitmen yang kuat ketika mengikuti belajar menulis ini. Syarat agar lulus pelatihan ini yakni peserta membuat 20 resume di blog dan menerbitkan sebuah buku solo. Tentunya ini sebuah tantangan. Peserta harus mengatur waktu sebaik mungkin agar tantangan menulis tersebut bisa diselesaikan. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini. Peserta akan mempunyai blog, mendapatkan buku solo dan buku antologi, dapat sertifikat, dan mempunyai chanel penerbit, dll.
Yang paling seru dari kegiatan belajar menulis ini, yaitu para narasumber yang hebat. Ada Omjay sebagai pendiri KSGN dan guru blogger terkenal, Ibu Sri Sugiastuti atau sapaan akrabnya Bu Kanjeng yang sudah menerbitkan banyak buku. Selain itu juga ada guru-guru inspiratif lainnya: Pak Brian, Bu Aam, Bu Rita, Bu Ditta, dan guru hebat lainnya. Banyak sekali peserta yang bersyukur bisa bergabung di pelatihan belajar menulis ini, termasuk saya. Mari kita belajar menulis, karena tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Semangat menulis dan berkarya.
Guru & Pembelajar,
PembaTIK Level 2 Tahun 2021

PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis TIK, sebuah program peningkatan kompetensi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Pusdatin (dahulu Pustekkom) Kemendikbud sejak tahun 2017. PembaTIK tahun 2021 diselenggarakan dengan moda dalam jaringan (daring), mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengharuskan penerapan protokol kesehatan serta pembatasan fisik dan sosial. Metode peningkatan kompetensi yang digunakan adalah pembimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh tim narasumber/fasilitator kepada peserta PembaTIK. Bimtek PembaTIK dikembangkan menjadi empat level kompetensi, yakni: 1) Literasi, 2) Implementasi, 3) Kreasi, dan 4) Berbagi dan Berkolaborasi. PembaTIK 2021 mengambil tema berjudul “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama Rumah Belajar”. Dengan rasional bahwa pembelajaran berbasis TIK di masa pandemi menunjukkan dinamika yang luar biasa dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.
PembaTIK level 2 (Implementasi TIK) dilaksanakan setelah proses level 1 (Literasi TIK) selesai. Peserta level 2 terdiri atas peserta yang lulus level 1 PembaTIK 2021 dan alumni peserta PembaTIK tahun 2020. Level 2 dilaksanakan secara bergelombang, dalam bentuk kelas-kelas daring. Pembelajaran level 2 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di kelas daring, forum diskusi (asinkronous), sesi pembimbingan dan pendalaman materi (sinkronous), dan mengerjakan dan mengunggah tugas yang diberikan. Pembelajaran level 2 setara 32 jam pembelajaran. Kelulusan level 2 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil ujian akhir level 2, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/ pembimbingan/ pendalaman materi). Pembobotan nilainya yakni: tugas akhir (60%) dan ujian akhir (40%).
Berikut merupakan modul bimtek PembaTIK level 2 Tahun 2021
Modul 1 - Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21
Modul 2 - Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar
Modul 3 - Pemanfaatan Media TV Edukasi, Radio Suara Edukasi dan M-Edukasi untuk Pembelajaran
Modul 4 - Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar
Modul 5 - Pembuatan Media Video Pembelajaran
Link download soal Ujian Akhir Level 2
Pemilihan Duta Rumah Belajar adalah puncak dari proses PembaTIK yang di dalamnya terdapat program pemanfaatan portal Rumah Belajar. Pemilihan Duta Rumah Belajar menjadi semacam “bonus” bagi guru yang memiliki kompetensi TIK yang mumpuni serta potensial sebagai perpanjangan tangan fungsi Rumah Belajar di daerah masing-masing. Duta Rumah Belajar dalam tugasnya membantu Pusdatin khususnya portal Rumah Belajar dalam menyosialisasikan dan mendiseminasikan segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Peserta yang mengikuti pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB) adalah 5 orang peserta terbaik level 4 dari setiap provinsi.
Referensi :
Buku “Pedoman Penyelenggaraan Pembatik & Pemilihan Duta Rumah Belajar 2021” oleh PUSDATIN KEMDIKBUD
Kelas "Belajar Menulis Buku ber-ISBN"

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. “Teruslah menulis, teruslah membaca, dan teruslah berkarya” (Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT). Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan 1 buah buku antologi bersama guru-guru inspirasi dari pelosok negeri. Buku ini sangat luar biasa, dimana dalam karya buku ini ada 3 (tiga) Profesor yang mendukung terbitnya buku ini, yakni sebagai berikut :
- Penulis Kata Pengantar : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud)
- Penulis Kata Sambutan Buku : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME (Guru Besar Universitas Sumatra Utara)
- Penulis Endorsment Buku : Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatra Utara
Sinopsis Buku “Kisah WIT 2020 - Memberi Inspirasi Untuk Negeri”
“Musuh terbesar ilmu adalah ilusi bahwa kita berilmu” (Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah), merupakan kalimat yang memotivasi para guru hebat penulis buku ini untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi. Mereka sadar bahwa guru yang dapat digugu dan ditiru adala guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar.
Buku ini sangat istimewa karena memuat berbagai ilmu juga pengalaman dan karya nyata para penulisnya ketika mengikuti program “Wardah Inspiring Teacher 2020” yang diselenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation. Ilmu, pengalaman dan karya yang mereka tuangkan di dalam buku ini sangat sempurna, sehingga layaklah mereka disebut guru inspiratif. Hal ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan di negara kita saat ini. Karena hanya dengan berada pada posisi sebagai inspiratorlah, seorang guru akan mampu membangun inovasi, kemandirian, dan pengembangan kreativitas setiap peserta didiknya.
Apa saja ilmu, pengalaman, dan karya nyata para guru inspiratif tersebut? Segera baca buku ini sampai tuntas, maka Anda akan mendapatkan banyak inspirasi yang akan menggugah dan mendorong Anda untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar.

- Buku Antologi "Kisah WIT 2020 ”
- ISBN : 978-602-457-762-9
- Tebal : ± 225 hal
- Penerbit : Oase Pustaka
- Cetakan Pertama : Maret 2021
Workshop "1001 Guru Ngeblog" Angkatan 1
Pelatihan "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020"

Program "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020" merupakan apresisasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Tahun 2020 adalah tahun ketiga pelaksanaan WIT. Di tengah pandemi COVID-19, guru-guru di Indonesia berhadapan dengan sebuah situasi baru yang dinamakan pembelajaran jarak jauh. Situasi dimana proses belajar-mengajar dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung yang tentunya memiliki tantangan sendiri. Kondisi ini yang melatarbelakangi Wardah untuk menyelenggaran program WIT 2020. Tujuan WIT 2020 yakni memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif hasil rekomendasi dari siswa maupun masyarakat umum. Apresiasi diberikan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para guru. Program WIT 2020 ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada ribuan guru di seluruh Indonesia untuk terus memberikan inspirasi bagi calon penerus masa depan. Karena guru dapat mengubah dunia melalui pendidikan. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan daring serta berkolaborasi dengan beberapa narasumber, salah satunya Kampus Guru Cikal.
Di WIT tahap 2, guru-guru dibekali materi tentang “Merancang dan Membuat Media Pembelajaran Merdeka Belajar”. Secara umum, media ajar adalah alat proses belajar yang membantu murid mencapai tujuan belajar. Ada 7 model media ajar inovatif yakni: Poster; Papan/ buku interaktif; Alat peraga; Lagu; Video; Permainan; dan Aplikasi berbasis teknologi. Dalam merancang media pembelajaran, bisa menggunakan Design Thinking yang terdiri dari 5 tahapan yakni: 1) Empati terhadap murid; 2) Definisikan masalah; 3) Mencari Ide; 4) Membuat purwarupa; 5) Ujicoba. Dengan pendekatan Design Thinking, proses merancang media ajar menjadi lebih mudah. Di tahap ini, sebanyak 503 guru yang lolos kurasi.


Selanjutnya, di WIT Tahap 3 guru-guru mendapat materi tentang “Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar”. Selain mengajar, guru tetap dapat berkarier menjadi apapun yang diinginkan, misalnya: penulis, pelatih/ narasumber, pencipta konten, dll. Setiap guru mempunyai talenta/ bakat yang harus diasah untuk jenjang kariernya, salah satunya guru penulis. Untuk membantu alur penulisan praktik baik, kita bisa menggunakan formula ATAP, yakni: 1) Awal; 2) Tantangan; 3) Aksi; dan 4) Perubahan. Guru-guru sangat semangat dalam menulis praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan dan saling menginspirasi guru lainnya. Di tahap ini, dipilih 242 guru dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) tanggal 12-13 Desember 2020. TPN ke VII ini temanya “Teknologi untuk masa depan hadir di pembelajaran masa kini”. Bersyukur sekali bisa menjadi pembicara, sungguh ini pengalaman yang sangat berharga dan tak akan terlupakan. Di TPN 2020 ini terdapat 1000 pembicara dan terbagi menjadi 4 kelas yakni: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, dan kelas karier. Setelah mengikuti TPN, saya dan guru-guru lainnya seperti mendapat suntikan semangat dan inspirasi untuk terus belajar. Semoga bisa berjumpa lagi di TPN ke VIII tahun 2021. Salam Merdeka Belajar!!!
Referensi :
Pelatihan "Microsoft Office 365 dalam Pembelajaran"
