Teacher and Learner ~ Teaching is travelling

Menulis itu Kebutuhan

Tidak ada komentar

       Menulis adalah salah satu cara paling mudah dan sederhana untuk meningalkan jejak di dunia. Bagi penulis buku atau orang-orang yang terbiasa menulis, menulis adalah  pekerjaan yang sangat mudah dan makanan sehari-hari. Tapi menurut sebagian besar orang, menulis adalah pekerjaan yang sangat sulit, termasuk menurut saya sendiri. Kita bingung apa yang hendak kita tulis, darimana kita akan menulis, dan bagaimana cara menulis yang baik? Dan pertanyaan terakhir adalah mengapa kita perlu menulis? Apakah menulis adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita? Terlepas dari pertanyaan apakah tulisan nanti kita baik atau buruk, dibaca oleh banyak orang atau tidak, dan tulisan kita sesuai dengan aturan menulis atau tidak. Mari kita lupakan hal tersebut.
       
       Pertama, menulis adalah sesuatu yang sangat penting. Tidak harus orang bahasa yang jago menulis. Kita semua mempunyai hak sama dalam belajar menulis. Pentingnya menulis dianjurkan oleh Imam Syafi’i yakni “Ikatlah ilmu dengan tulisan”. Menurut Imam Syafi’i, “ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat”. Artinya menulis itu mengikat ilmu agar tidak lepas dan bisa diingat kembali. Karena sesungguhnya manusia adalah tempatnya lupa. Seandainya saja Khalifah Utsman bin Affan tidak mengumpulkan para penghafal Al-Qur’an untuk berkumpul dan menulis Al-Qur’an sampai adanya mushaf Al-Qur’an yang sekarang ini. Coba bayangkan kalau Al-Qu’an tidak pernah ditulis, bisa saja hilang ditelan masa dan akan terjadi distorsi dalam kitab suci umat islam ini. Atas dasar itulah menuliskan ilmu yang kita dapatkan itu sangat penting sekali. Oleh karena itu, mulai detik ini kita harus belajar menulis. Bukan karena menulis itu kewajiban, tapi menulis itu adalah kebutuhan.

       Kedua, menulis itu bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Mulailah menulis dari apa yang terlintas di pikiran. Ide yang muncul di kepala bisa datang dan pergi begitu saja. Maka dari itu harus kita ikat dengan menulis. Kita tidak usah terikat dengan aturan menulis, tulis saja sesuka hatimu. Bisa saja tulisan pertama kita jelek dan tidak dibaca oleh banyak orang. Jika langkah pertama sudah terlewati, selajutnya kita akan belajar untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik. Membaca buku juga sangat penting agar kita punya banyak ide dalam menulis. Belajar menulis harus dimulai dari mencoba. Tulisan yang baik adalah sebuah proses bukan sesuatu yang instan.

       Ketiga, menulis bagi guru adalah sesuatu yang sangat penting. Seorang guru harus memiliki keterampilan menulis. Karena menulis merupakan salah satu senjata terbaik untuk menginspirasi. Guru dituntut untuk membagikan ilmu pengetahuan yang dimiliknya. Ruang ajar guru tidak hanya kelas atau sekolah tempat mengajar. Dengan menulis di blog atau menulis di buku, sesungguhnya guru tersebut telah berbagi cerita dan inspirasi. Inspirasi tersebut sangat berguna bagi siswa, sesama guru atau para pendidik di berbagai penjuru. Keterampilan menulis juga sangat diperlukan guru dalam membuat karya tulis ilmiah atau penelitian tindakan kelas, dll.

       Teringat pada kata-kata bijak sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, yang mengatakan bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Artinya dengan menulis, kita tidak hanya berguna untuk hari ini. Sesuatu yang kita tuliskan akan terus bertahan, akan abadi, walaupun kita sudah tiada. Kita dapat berguna hingga selamanya. Terakhir, jika menulis adalah kebutuhan maka jadilah guru penulis. Untuk menjadi guru yang jago menulis, jangan banyak alasan. Yuk mulai dari sekarang untuk belajar menulis. Guru penulis adalah guru yang luar biasa dan guru masa depan. Oleh karena itu, menulis, menulis, dan menulislah. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar