Teacher and Learner ~ Teaching is travelling

Matematika dan Al-Quran

Tidak ada komentar

       Ketika berbicara matematika yang terlintas dipikiran kita adalah angka-angka dan rumus. Apakah pentingnya belajar metematika bagi siswa? Dan adakah hubungannya dengan Al-Qur’an? Sudah belajar matematika dengan susah, nanti juga tidak dipakai dalam kehidupan. Itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul di pikiran siswa.
       Tidak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut. Namun agar tidak mengganggu pikiran kita maka perlu dicari jawabannya. Sebagai guru di sekolah, khususnya guru matematika wajib menanamkan nilai-nilai matematika dengan baik. Tugas kita bukan sekedar mengajar matematika, juga bukan sekedar mencari dalil agama untuk matematika. Terlebih lagi, bukan untuk mengislamkan matematika.

Lalu apa tugas kita? Tugas kita adalah islamisasi diri melalui matematika, bukan islamisasi matematika. Islamisasi diri dan lingkungan sehingga kita memperoleh bahagia di dunia dan akhirat. Solusinya adalah perlunya Pembelajaran Matematika Berbasis Al-Quran :
1) Mathematics from Al-Qur’an
2) Mathematics for Al-Qur’an
3) Mathematics to Al-Qur’an
4) Mathematics with Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Nya (Q.S Adz Dzariyat: 56). Dan sesungguhnya Allah hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah: 30). Berdasarkan landasan tersebut, maka tugas kita di dunia ini sebagai Abdullah dan Khalifatullah.

Mathematic from Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Dan matematika adalah salah satu ilmu yang digali atau dikembangkan dari Al-Quran. Banyak konsep dalam matematika yang terdapat di Al-Qur’an, misalnya: angka, bilangan, himpunan, perbandingan, operasi, pengukuran, persamaan, statistika, dan relasi, Di dalam matematika, konsep relasi adalah aturan yang memasangkan setiap anggota dari himpunan satu ke himpunan yang lain dengan aturan tertentu. Sedangkan di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa orang mukmin akan mendapat balasan berupa surga, dan orang kafir mendapat balasan berupa neraka (Q.S. At-Taghabun 9-10). Hal tersebut dapat kita nyatakan dengan diagram panah.

Mathematic for Al-Qur’an. Matematika digunakan untuk mengamalkan Al-Qur’an. Adanya ilmu matematika digunakan membantu segala bidang kehidupan dalam rangka ibadah, misalnya: masalah faraidh, arah kiblat, awal bulan, nilai zakat, dan penentuan awal ramadhan. Sehingga umat islam melaksanakan ibadah puasa secara bersama. Hal ini tentu didukung oleh ilmu matematika dan disiplin ilmu yang lain.

Mathematics to Al-Qur’an. Matematika digunakan sebagai alat untuk menjelaskan Al-Qur’an. Misalnya dengan bantuan ilmu matematika kita dapat menghitung lamanya Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya. Contoh lainnya yaitu menjelaskan contoh relasi/ fungsi/ mean/ modus, nama surat dan ayatnya, shalat dan rakaatnya, nabi dan kitabnya, atau malaikat dan tugasnya.

Mathematics with Al-Qur’an artinya menjelaskan matematika dalam perspektif Al-Qur’an. Pembelajaran matematika diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai keislaman. Banyak konsep dalam matematika yang dapat dihubungkan dengan nilai-nilai keislaman. Misalnya menanamkan nilai kebaikan dan keburukan pada konsep bilangan bulat : Z = {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}. Artinya jika kita melakukan kebaikan maka harus kita lupakan seperti bilangan bulat positif. Contoh lain misalnya menanamkan nilai keadilan, ketelitian, dan kebenaran pada panyelesaian persamaan linier dua variabel.

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa Pembelajaran Matematika berbasis Al-Qur’an akan menjadikan matematika lebih bermakna bagi siswa. Dengan adanya matematika kita dapat mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di bumi ini. Dan kebenaran dalam matematika akan menuntun pikiran manusia menuju kebenaran Illahi.

Sumber : Seminar Matematika dengan tema Matematika Berbasis Al-Quran
               Oleh Bapak Abdussakir (Kepala Pusat Studi Sains dan Teknologi UIN Malang)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar