Modul Pembelajaran Matematika Umum/Wajib SMA Kelas X, XI, dan XII
Halo Sahabat Pembelajar.. Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap semua aspek, salah satunya pendidikan. Pembelajaran di masa pandemi dilakukan secara daring/ jarak jauh dan tentunya memiliki banyak tantangan. Berikut merupakan file Modul Pembelajaran Matematika Umum SMA Kelas X, XI, dan XII yang dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN pada tahun 2020 untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Mudah-mudahan modul ini mengurangi beban guru atau beban siswa dalam menentukan bahan belajar secara mandiri atau secara berkelompok.
Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Penggunaan modul dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa atau dengan minimal dari guru. Di dalam pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator.
Modul Pembelajaran Matematika Peminatan SMA Kelas X, XI, dan XII
Pelatihan "Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay 2021"

Bersyukur sekali bisa bergabung di kegiatan “Pelatihan Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay”. Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd atau sapaan akrabnya Om Jay, beliau adalah pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) sekaligus ketua penyelenggara kegiatan ini. Awal bisa bergabung pelatihan ini, saya mendapat info dari Bunda Lilis (Guru Inspirasi NTT). Akhirnya, Omjay memasukkan no wa saya di grup pelatihan menulis gelombang 19. Ternyata betul, disana banyak guru-guru penulis hebat yang menerbitkan banyak karya.
Pelatihan belajar menulis ini dibuka hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Para peserta bergabung via zoom dan juga bisa menyimak di youtube. Kegiatan dibuka langsung oleh Omjay, dan moderatornya Ibu Rita Wati. Selanjutnya, ada sedikit pemaparan materi oleh Pak Brian, yang juga alumni pelatihan belajar menulis gelombang 4 (Maret 2020). Kegiatan belajar menulis ini dilaksanakan setiap hari senin, rabu, dan jum’at pukul 19.00-21.00 WIB melalui grup whatsapp. Peserta harus menyimak materi yang disampaikan narasumber, dilanjutkan membuat resume materi di blog. Selanjutnya link tulisan dibagikan di grup dan sesama peserta bisa saling memberikan komentar dan masukkan ke penulis blog yang lain.

Dibutuhkan komitmen yang kuat ketika mengikuti belajar menulis ini. Syarat agar lulus pelatihan ini yakni peserta membuat 20 resume di blog dan menerbitkan sebuah buku solo. Tentunya ini sebuah tantangan. Peserta harus mengatur waktu sebaik mungkin agar tantangan menulis tersebut bisa diselesaikan. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini. Peserta akan mempunyai blog, mendapatkan buku solo dan buku antologi, dapat sertifikat, dan mempunyai chanel penerbit, dll.
Yang paling seru dari kegiatan belajar menulis ini, yaitu para narasumber yang hebat. Ada Omjay sebagai pendiri KSGN dan guru blogger terkenal, Ibu Sri Sugiastuti atau sapaan akrabnya Bu Kanjeng yang sudah menerbitkan banyak buku. Selain itu juga ada guru-guru inspiratif lainnya: Pak Brian, Bu Aam, Bu Rita, Bu Ditta, dan guru hebat lainnya. Banyak sekali peserta yang bersyukur bisa bergabung di pelatihan belajar menulis ini, termasuk saya. Mari kita belajar menulis, karena tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Semangat menulis dan berkarya.
Guru & Pembelajar,
PembaTIK Level 2 Tahun 2021

PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis TIK, sebuah program peningkatan kompetensi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Pusdatin (dahulu Pustekkom) Kemendikbud sejak tahun 2017. PembaTIK tahun 2021 diselenggarakan dengan moda dalam jaringan (daring), mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengharuskan penerapan protokol kesehatan serta pembatasan fisik dan sosial. Metode peningkatan kompetensi yang digunakan adalah pembimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh tim narasumber/fasilitator kepada peserta PembaTIK. Bimtek PembaTIK dikembangkan menjadi empat level kompetensi, yakni: 1) Literasi, 2) Implementasi, 3) Kreasi, dan 4) Berbagi dan Berkolaborasi. PembaTIK 2021 mengambil tema berjudul “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama Rumah Belajar”. Dengan rasional bahwa pembelajaran berbasis TIK di masa pandemi menunjukkan dinamika yang luar biasa dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.
PembaTIK level 2 (Implementasi TIK) dilaksanakan setelah proses level 1 (Literasi TIK) selesai. Peserta level 2 terdiri atas peserta yang lulus level 1 PembaTIK 2021 dan alumni peserta PembaTIK tahun 2020. Level 2 dilaksanakan secara bergelombang, dalam bentuk kelas-kelas daring. Pembelajaran level 2 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di kelas daring, forum diskusi (asinkronous), sesi pembimbingan dan pendalaman materi (sinkronous), dan mengerjakan dan mengunggah tugas yang diberikan. Pembelajaran level 2 setara 32 jam pembelajaran. Kelulusan level 2 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil ujian akhir level 2, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/ pembimbingan/ pendalaman materi). Pembobotan nilainya yakni: tugas akhir (60%) dan ujian akhir (40%).
Berikut merupakan modul bimtek PembaTIK level 2 Tahun 2021
Modul 1 - Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21
Modul 2 - Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar
Modul 3 - Pemanfaatan Media TV Edukasi, Radio Suara Edukasi dan M-Edukasi untuk Pembelajaran
Modul 4 - Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar
Modul 5 - Pembuatan Media Video Pembelajaran
Link download soal Ujian Akhir Level 2
Pemilihan Duta Rumah Belajar adalah puncak dari proses PembaTIK yang di dalamnya terdapat program pemanfaatan portal Rumah Belajar. Pemilihan Duta Rumah Belajar menjadi semacam “bonus” bagi guru yang memiliki kompetensi TIK yang mumpuni serta potensial sebagai perpanjangan tangan fungsi Rumah Belajar di daerah masing-masing. Duta Rumah Belajar dalam tugasnya membantu Pusdatin khususnya portal Rumah Belajar dalam menyosialisasikan dan mendiseminasikan segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Peserta yang mengikuti pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB) adalah 5 orang peserta terbaik level 4 dari setiap provinsi.
Referensi :
Buku “Pedoman Penyelenggaraan Pembatik & Pemilihan Duta Rumah Belajar 2021” oleh PUSDATIN KEMDIKBUD
Menulis Perlu Pembiasaan


Menulis Semudah Ceplok Telur

Menulis itu sangat mudah. Semudah kita membuat ceplok telur. Tuk Byaarr… telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet memasaknya. Jangan pernah berpikir tulisan kita jelek atau lainnya, hal inilah yang akan membuat kita tidak bisa menulis. Jika pikiran buntu tetap saja menulis. Tulis apa saja. Tulis..tulis dan tulis. Nanti kesempurnaan akan mengikuti. Menulis itu bekerja untuk keabadian. “Jika kau bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah” – Imam Ghozali. Itulah salah satu quote yang menarik dan patut kita renungkan, khusususnya yang bercita-cita jadi penulis. Kalau kita ingin dikenal dan dikenang oleh orang banyak maka hal yang paling tepat adalah dengan meninggalkan karya, salah satunya berupa tulisan atau buku. Atau sekadar untuk catatan pribadi semacam blog atau lainnya.
Mengapa kita harus menulis? Apakah menulis itu penting untuk kita? Jawabannya, iya. Landasan mengapa kita harus menulis menurut Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok”. Imam Syafi’i juga pernah bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja”. Disini, ilmu diibaratkan seperti hewan buruan apabila tidak diikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya manusia yang terbatas. Sebagai umat islam, kita perlu membiasakan diri untuk belajar menulis. Karena sahabat Rasulullah SAW juga menuliskan Al-Qur’an dan Al-Hadits kemudian dibukukan. Seandainya saja Khalifah Utsman bin Affan tidak mengumpulkan para penghafal Al-Qur’an untuk berkumpul dan menulis Al-Qur’an sampai adanya mushaf Al-Qur’an yang sekarang ini. Coba bayangkan kalau Al-Qu’an tidak pernah ditulis, bisa saja hilang ditelan masa dan akan terjadi distorsi dalam kitab suci umat islam ini. Atas dasar itulah menuliskan ilmu yang kita dapatkan itu sangat penting sekali.
Salah satu cara menjadi penulis hebat adalah dengan bergabung dalam komunitas menulis. Dalam komunitas tersebut, kita akan mendapatkan banyak teman yang sama-sama hobi menulis dan saling memberikan inspirasi serta motivasi. Ada kutipan yang sangat menarik, “Tebarkan manfaat di setiap helaan nafas meski hanya dari sebuah tulisan”. Menulis tak akan berdampak apa-apa jika tidak memiliki komitmen dalam diri untuk berlatih menulis setiap hari. Menulis yang paling mudah yakni menulis pengalaman sendiri. Menurut JK Rowling, “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. Oleh karena itu, mari menulis karena menulis semudah ceplok telur.
Salam Literasi,
Novatama Adi Nugraha
Referensi :
Seminar Menulis bersama Rumah Produktif Indonesia (RPI) NTT
Pemateri : Bunda Lilis Sutikno (Guru Inspirasi NTT)
Sumber gambar :
https://nasihatsahabat.com/ikatlah-ilmu-dengan-cara-menulisnya/
Kelas "Belajar Menulis Buku ber-ISBN"

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. “Teruslah menulis, teruslah membaca, dan teruslah berkarya” (Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT). Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan 1 buah buku antologi bersama guru-guru inspirasi dari pelosok negeri. Buku ini sangat luar biasa, dimana dalam karya buku ini ada 3 (tiga) Profesor yang mendukung terbitnya buku ini, yakni sebagai berikut :
- Penulis Kata Pengantar : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud)
- Penulis Kata Sambutan Buku : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME (Guru Besar Universitas Sumatra Utara)
- Penulis Endorsment Buku : Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatra Utara
Sinopsis Buku “Kisah WIT 2020 - Memberi Inspirasi Untuk Negeri”
“Musuh terbesar ilmu adalah ilusi bahwa kita berilmu” (Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah), merupakan kalimat yang memotivasi para guru hebat penulis buku ini untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi. Mereka sadar bahwa guru yang dapat digugu dan ditiru adala guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar.
Buku ini sangat istimewa karena memuat berbagai ilmu juga pengalaman dan karya nyata para penulisnya ketika mengikuti program “Wardah Inspiring Teacher 2020” yang diselenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation. Ilmu, pengalaman dan karya yang mereka tuangkan di dalam buku ini sangat sempurna, sehingga layaklah mereka disebut guru inspiratif. Hal ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan di negara kita saat ini. Karena hanya dengan berada pada posisi sebagai inspiratorlah, seorang guru akan mampu membangun inovasi, kemandirian, dan pengembangan kreativitas setiap peserta didiknya.
Apa saja ilmu, pengalaman, dan karya nyata para guru inspiratif tersebut? Segera baca buku ini sampai tuntas, maka Anda akan mendapatkan banyak inspirasi yang akan menggugah dan mendorong Anda untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar.

- Buku Antologi "Kisah WIT 2020 ”
- ISBN : 978-602-457-762-9
- Tebal : ± 225 hal
- Penerbit : Oase Pustaka
- Cetakan Pertama : Maret 2021