NOVATAMA NUGRAHA

Teacher and Learner ~ Teaching is travelling

Modul Pembelajaran Matematika Peminatan SMA Kelas X, XI, dan XII

Tidak ada komentar

    Halo Sahabat Pembelajar..  Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap semua aspek, salah satunya pendidikan. Pembelajaran di masa pandemi dilakukan secara daring/ jarak jauh dan tentunya memiliki banyak tantangan. Berikut merupakan file Modul Pembelajaran Matematika Peminatan SMA Kelas X, XI, dan XII yang dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN pada tahun 2020 untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Mudah-mudahan modul ini mengurangi beban guru atau beban siswa dalam menentukan bahan belajar secara mandiri atau secara berkelompok. 

      Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Penggunaan modul dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa atau dengan minimal dari guru. Di dalam pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator. 

Modul Pembelajaran Matematika Peminatan Kelas X
KD 3.1 – Fungsi Eksponen dan Fungsi Logaritma  
KD 3.2 – Vektor 
      link download file đŸ“¥

Modul Pembelajaran Matematika Peminatan Kelas XI
KD 3.1 – Persamaan Trigonometri  
KD 3.2 – Rumus Jumlah dan Selisih Sinus & Cosinus 
KD 3.3 – Lingkaran 
KD 3.4 – Polinomial/ suku banyak
       link download file đŸ“¥

Modul Pembelajaran Matematika Peminatan Kelas XII
KD 3.1 – Limit Fungsi Trigonometri 
KD 3.2 – Limit Fungsi di Ketakhinggaan 
KD 3.3 – Turunan Fungsi Trigonometri
KD 3.4 – Aplikasi Turunan Fungsi Trigonometri
KD 3.5 – Distribusi Binomial
KD 3.6 – Distribusi Normal
       link download file đŸ“¥

Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk berbagi. Terima kasih... 

REFERENSI :

Pelatihan "Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay 2021"

Tidak ada komentar

     Bersyukur sekali bisa bergabung di kegiatan “Pelatihan Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay”. Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd atau sapaan akrabnya Om Jay, beliau adalah pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) sekaligus ketua penyelenggara kegiatan ini. Awal bisa bergabung pelatihan ini, saya mendapat info dari Bunda Lilis (Guru Inspirasi NTT). Akhirnya, Omjay memasukkan no wa saya di grup pelatihan menulis gelombang 19. Ternyata betul, disana banyak guru-guru penulis hebat yang menerbitkan banyak karya.

   Pelatihan belajar menulis ini dibuka hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Para peserta bergabung via zoom dan juga bisa menyimak di youtube. Kegiatan dibuka langsung oleh Omjay, dan moderatornya Ibu Rita Wati. Selanjutnya, ada sedikit pemaparan materi oleh Pak Brian, yang juga alumni pelatihan belajar menulis gelombang 4 (Maret 2020). Kegiatan belajar menulis ini dilaksanakan setiap hari senin, rabu, dan jum’at pukul 19.00-21.00 WIB melalui grup whatsapp. Peserta harus menyimak materi yang disampaikan narasumber, dilanjutkan membuat resume materi di blog. Selanjutnya link tulisan dibagikan di grup dan sesama peserta bisa saling memberikan komentar dan masukkan ke penulis blog yang lain. 

     Dibutuhkan komitmen yang kuat ketika mengikuti belajar menulis ini. Syarat agar lulus pelatihan ini yakni peserta  membuat 20 resume di blog dan menerbitkan sebuah buku solo. Tentunya ini sebuah tantangan. Peserta harus mengatur waktu sebaik mungkin agar tantangan menulis tersebut bisa diselesaikan. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini. Peserta akan mempunyai blog, mendapatkan buku solo dan buku antologi, dapat sertifikat, dan mempunyai chanel penerbit, dll.

     Yang paling seru dari kegiatan belajar menulis ini, yaitu para narasumber yang hebat. Ada Omjay sebagai pendiri KSGN dan guru blogger terkenal, Ibu Sri Sugiastuti atau sapaan akrabnya Bu Kanjeng yang sudah menerbitkan banyak buku. Selain itu juga ada guru-guru inspiratif lainnya: Pak Brian, Bu Aam, Bu Rita, Bu Ditta, dan guru hebat lainnya. Banyak sekali peserta yang bersyukur bisa bergabung di pelatihan belajar menulis ini, termasuk saya. Mari kita belajar menulis, karena tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Semangat menulis dan berkarya.

Bojonegoro, 10 Juli 2021
Guru & Pembelajar,

Novatama Nugraha

PembaTIK Level 2 Tahun 2021

Tidak ada komentar

       PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis TIK, sebuah program peningkatan kompetensi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Pusdatin (dahulu Pustekkom) Kemendikbud sejak tahun 2017. PembaTIK tahun 2021 diselenggarakan dengan moda dalam jaringan (daring), mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengharuskan penerapan protokol kesehatan serta pembatasan fisik dan sosial. Metode peningkatan kompetensi yang digunakan adalah pembimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh tim narasumber/fasilitator kepada peserta PembaTIK. Bimtek PembaTIK dikembangkan menjadi empat level kompetensi, yakni: 1) Literasi, 2) Implementasi, 3) Kreasi, dan 4) Berbagi dan Berkolaborasi. PembaTIK 2021 mengambil tema berjudul “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama Rumah Belajar”. Dengan rasional bahwa pembelajaran berbasis TIK di masa pandemi menunjukkan dinamika yang luar biasa dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pendidikan. 

       PembaTIK level 2 (Implementasi TIK) dilaksanakan setelah proses level 1 (Literasi TIK) selesai. Peserta level 2 terdiri atas peserta yang lulus level 1 PembaTIK 2021 dan alumni peserta PembaTIK tahun 2020. Level 2 dilaksanakan secara bergelombang, dalam bentuk kelas-kelas daring. Pembelajaran level 2 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di kelas daring, forum diskusi (asinkronous), sesi pembimbingan dan pendalaman materi (sinkronous), dan mengerjakan dan mengunggah tugas yang diberikan. Pembelajaran level 2 setara 32 jam pembelajaran. Kelulusan level 2 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil ujian akhir level 2, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/ pembimbingan/ pendalaman materi). Pembobotan nilainya yakni: tugas akhir (60%) dan ujian akhir (40%).

Video Tugas Akhir Level 2

Berikut merupakan modul bimtek PembaTIK level 2 Tahun 2021 

Modul 1 - Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21

Modul 2 - Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar

Modul 3 - Pemanfaatan Media TV Edukasi, Radio Suara Edukasi dan M-Edukasi untuk Pembelajaran

Modul 4 - Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar 

Modul 5 - Pembuatan Media Video Pembelajaran

Link download soal Ujian Akhir Level 2

       Pemilihan Duta Rumah Belajar adalah puncak dari proses PembaTIK yang di dalamnya terdapat program pemanfaatan portal Rumah Belajar. Pemilihan Duta Rumah Belajar menjadi semacam “bonus” bagi guru yang memiliki kompetensi TIK yang mumpuni serta potensial sebagai perpanjangan tangan fungsi Rumah Belajar di daerah masing-masing. Duta Rumah Belajar dalam tugasnya membantu Pusdatin khususnya portal Rumah Belajar dalam menyosialisasikan dan mendiseminasikan segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Peserta yang mengikuti pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB) adalah 5 orang peserta terbaik level 4 dari setiap provinsi. 

Referensi :

Buku “Pedoman Penyelenggaraan Pembatik & Pemilihan Duta Rumah Belajar 2021” oleh PUSDATIN KEMDIKBUD

Menulis Perlu Pembiasaan

4 komentar
        Menulis itu sebenarnya tidak sulit. Yang penting kita mau mencoba menulis, dimulai dari hal-hal yang sederhana. Bisa kita mulai dengan hal-hal yang kita sukai. Kumpulkan ingatan kita, selama ini adakah hal yang kita sukai? Kita bisa memulai tulisan dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan apa yang kita sukai. Jangan berpikir, menulis itu sulit. Cobalah dahulu.. karena dengan mencoba, kita akan tahu kemampuan kita. Jika kita rutin menulis, maka kita akan terbiasa. Perlu pembiasaan dan perlu kesabaran dalam menulis. Jadi semangatt terus, pasti bisa!

Selanjutnya, kita akan belajar menulis bersama dengan tema "bunga melati". Satu gambar bisa jadi beragam tulisan. Dari satu foto, mengalir begitu banyak ide tulisan dengan genre tulisan yang berbeda-beda. Sangat menginspirasi.. Berikut hasil tulisan yang sudah jadi :

Bunga Melati 
Oleh : Chiara (Peserta Penulis Surabaya)

Bunga melati sangatlah indah, warnanya yang putih dan bau semerbaknya membuat orang - orang yang melewati rumahku menjadi terpana 

Bunga melati selalu ada di sekitaran rumahku,, bunga melati sudah aku anggap sebagai temanku sendiri. mengkoleksi bunga melati adalah hobi dari eyangku.. 

Eyangku sangat suka sekali bercerita tentang bagaimana caranya menghasilkan dan merawat bunga melati yang sangat indah.. 
Itu dia sebuah cerita singkat dari saya tentang bunga melati.. 

------------------------------------------------------
Bunga Melati
oleh : Altalitha (Peserta Penulis Surabaya)

Pucuk yang tidak terlalu tajam dan bentuk yang sangat indah. Tak hanya indah dibagian luar saja tetapi juga dibagian dalam. Bunga melati yang memiliki banyak manfaat untuk sekitarnya, tidak hanya bagi manusia tetapi bagi hewan juga. 

Indah dan menawan warna bunga melati. Putih bersih dan suci yang menyejukkan hati. Sejuk rasanya jika melihat bunga melati yang habis disiram oleh air

Dirumah ku terdapat bunga melati yang bentuk nya kecil-kecil, namun tetap indah. Kami sekeluarga sangat suka mempotret dan menyimpan didokumen. Singkat cerita tentang pengalamanku dan bunga melati. 

--------------------------------------------------------
Bunga Melati
Oleh : Nasywa (Peserta Penulis Surabaya)

Bunga melati sangat indah. Bunga melati biasanya untuk menghiasi taman dll. Bunga melati biasanya berukuran 2cm dan berwarna putih. Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut.

Kalian tau tidak kalau bunga melati bisa dibuat untuk teh? yaitu teh melati. Teh melati memiliki wangi yang khas dan memiliki banyak manfaat, seperti melindungi kekebalan tubuh, meredakan stress dll. Menurutku teh melati enak diminum saat hangat hehe..

Di Indonesia, melati dipilih menjadi "puspa bangsa" atau bunga simbol nasional yaitu melati putih, karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, melati juga dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.

--------------------------------------------------------
Bunga Melati 
Oleh : Kak Novatama

Bunga melati bukan sekadar bunga pada umumnya. Bunga ini sering kita jumpai di halaman rumah kita. Bunga melati identik dengan warnanya yang putih  dan harum. Bunga ini juga memiliki wangi semerbak dan bentuk yang unik. Semua orang bisa memegang karena bunga ini tidak berduri.

Bunga melati adalah bunga yang istimewa. Meski bunga ini tidak berwarna warni. Banyak orang yang jatuh cinta. Bunga ini menggambarkan kesucian serta keanggunan. Seringkali bunga ini dianggap sebagai lambang cinta serta kasih sayang. 

Bunga melati adalah bunga yang tak tergantikan. Meski banyak bunga lain yang lebih indah. Semua orang tetap akan mencari bunga melati. Bunga ini seakan diciptakan agar semua orang mengaguminya. Sungguh indah bunga ini. 


Kegiatan Belajar Menulis dalam Komunitas Penulis Surabaya

Menulis Semudah Ceplok Telur

12 komentar

       Menulis itu sangat mudah. Semudah kita membuat ceplok telur. Tuk Byaarr… telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet memasaknya. Jangan pernah berpikir tulisan kita jelek atau lainnya, hal inilah yang akan membuat kita tidak bisa menulis. Jika pikiran buntu tetap saja menulis. Tulis apa saja. Tulis..tulis dan tulis. Nanti kesempurnaan akan mengikuti. Menulis itu bekerja untuk keabadian. “Jika kau bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah” – Imam Ghozali.  Itulah salah satu quote yang menarik dan patut kita renungkan, khusususnya yang bercita-cita jadi penulis. Kalau kita ingin dikenal dan dikenang oleh orang banyak maka hal yang paling tepat adalah dengan meninggalkan karya, salah satunya berupa tulisan atau buku. Atau sekadar untuk catatan pribadi semacam blog atau lainnya. 

       Mengapa kita harus menulis? Apakah menulis itu penting untuk kita? Jawabannya, iya. Landasan mengapa kita harus menulis menurut Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok”. Imam Syafi’i juga pernah bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja”. Disini, ilmu diibaratkan seperti hewan buruan apabila tidak diikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya manusia yang terbatas. Sebagai umat islam, kita perlu membiasakan diri untuk belajar menulis. Karena sahabat Rasulullah SAW juga menuliskan Al-Qur’an dan Al-Hadits kemudian dibukukan. Seandainya saja Khalifah Utsman bin Affan tidak mengumpulkan para penghafal Al-Qur’an untuk berkumpul dan menulis Al-Qur’an sampai adanya mushaf Al-Qur’an yang sekarang ini. Coba bayangkan kalau Al-Qu’an tidak pernah ditulis, bisa saja hilang ditelan masa dan akan terjadi distorsi dalam kitab suci umat islam ini. Atas dasar itulah menuliskan ilmu yang kita dapatkan itu sangat penting sekali.

      Salah satu cara menjadi penulis hebat adalah dengan bergabung dalam komunitas menulis. Dalam komunitas tersebut, kita akan mendapatkan banyak teman yang sama-sama hobi menulis dan saling memberikan inspirasi serta motivasi. Ada kutipan yang sangat menarik, “Tebarkan manfaat di setiap helaan nafas meski hanya dari sebuah tulisan”. Menulis tak akan berdampak apa-apa jika tidak memiliki komitmen dalam diri untuk berlatih menulis setiap hari. Menulis yang paling mudah yakni menulis pengalaman sendiri. Menurut JK Rowling, “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. Oleh karena itu, mari menulis karena menulis semudah ceplok telur. 

Salam Literasi,

Novatama Adi Nugraha


Referensi :

Seminar Menulis bersama Rumah Produktif Indonesia (RPI) NTT

Pemateri : Bunda Lilis Sutikno (Guru Inspirasi NTT)

Sumber gambar :

https://nasihatsahabat.com/ikatlah-ilmu-dengan-cara-menulisnya/

Kelas "Belajar Menulis Buku ber-ISBN"

5 komentar

         Menulis adalah bekerja untuk keabadian. “Teruslah menulis, teruslah membaca, dan teruslah berkarya” (Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT). Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan 1 buah buku antologi bersama guru-guru inspirasi dari pelosok negeri. Buku ini sangat luar biasa, dimana dalam karya buku ini ada 3 (tiga) Profesor yang mendukung terbitnya buku ini, yakni sebagai berikut : 

  • Penulis Kata Pengantar : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud)
  • Penulis Kata Sambutan Buku : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME (Guru Besar Universitas Sumatra Utara)
  • Penulis Endorsment Buku : Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatra Utara

Sinopsis Buku “Kisah WIT 2020 - Memberi Inspirasi Untuk Negeri”

        “Musuh terbesar ilmu adalah ilusi bahwa kita berilmu” (Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah), merupakan kalimat yang memotivasi para guru hebat penulis buku ini untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi. Mereka sadar bahwa guru yang dapat digugu dan ditiru adala guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar. 

        Buku ini sangat istimewa karena memuat berbagai ilmu juga pengalaman dan karya nyata para penulisnya ketika mengikuti program “Wardah Inspiring Teacher 2020” yang diselenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation.  Ilmu, pengalaman dan karya yang mereka tuangkan di dalam buku ini sangat sempurna, sehingga layaklah mereka disebut guru inspiratif. Hal ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan di negara kita saat ini. Karena hanya dengan berada pada posisi sebagai inspiratorlah, seorang guru akan mampu membangun inovasi, kemandirian, dan pengembangan kreativitas setiap peserta didiknya. 

        Apa saja ilmu, pengalaman, dan karya nyata para guru inspiratif tersebut? Segera baca buku ini sampai tuntas, maka Anda akan mendapatkan banyak inspirasi yang akan menggugah dan mendorong Anda untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar. 

link preview buku

  • Buku Antologi "Kisah WIT 2020 ”
  • ISBN      : 978-602-457-762-9
  • Tebal      : ± 225 hal
  • Penerbit : Oase Pustaka 
  • Cetakan Pertama : Maret 2021

Mengenal Matematika Lebih Dekat

Tidak ada komentar

       Matematika itu sulit! Matematika itu tidak penting! Demikianlah pendapat yang sering kita dengar dari siswa terhadap matematika. Sebagian besar siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Karena dianggap sulit, matematika sudah menjadi hantu di kelas-kelas bahkan sebelum pelajaran pertama dimulai. Ada candaan kalau MATEMATIKA itu MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan pusingnya. Beberapa pendapat di atas adalah persepsi yang salah. Bukankah 1 + 1 = 2 selamanya? Mudah bukan, dimana letak sulitnya.  Pelajaran sekolah dasar akan sangat mudah jika dikerjakan oleh siswa sekolah menengah pertama atau atas. Ketika siswa sudah menemukan keasyikan belajar matematika, maka matematika menjadi pelajaran yang mudah. 

     Matematika merupakan himpunan pengetahuan dan temuan manusia, yang diperoleh dengan metode yang solid, disepakati oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing dan telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sekarang berkembang sebagai ilmu atau sistem pengetahuan. Berawal dari geometri dan aritmetika, cabang-cabang matematika lainnya, seperti aljabar, kalkulus, dan statistika pun lahir. Matematika disebut ratunya ilmu pengetahuan (The Queen of Science), karena matematika menjadi pembuka jalan untuk banyak penemuan dalam bidang lainnya. 

       Mengingat betapa pentingnya matematika, karena semua bidang membutuhkan matematika dalam penyelesainnya. Matematika banyak digunakan dalam berbagai bidang disiplin lain, misalnya fisika, kimia, biologi, teknik, komputer, industri, ekonomi, kedokteran, dan pertanian. Untuk itulah mengapa matematika diajarkan sejak awal kita sekolah. Untuk tingkat taman kanak-kanak, siswa diajarkan mengenal bilangan yang sangat dasar yaitu, bilangan asli, dan belajar mengurutkan bilangan tersebut. Ini bertujuan agar di sekolah dasar siswa bisa menghitung bilangan tersebut. Untuk tingkat sekolah dasar, siswa diharapkan bisa menghitung dengan berbagai macam operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Lalu siswa dikenalkan dengan soal cerita sederhana dan membuatnya ke dalam kalimat matematika kemudian menyelesaikannya. Ini bertujuan untuk melatih nalar kita dalam menghadapi masalah sehari-hari, seperti menghitung kembalian saat kita jajan di sekolah atau di rumah. Saat di sekolah menengah pertama dan atas, siswa dikenalkan dengan matematika yang cukup kompleks dan diharapkan bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut.  Apakah kita sudah melalui proses bermatematika dengan benar? Jika benar, kita bisa mengikuti setiap materi yang kita terima dengan baik. Jika tidak, kita selalu kesulitan dengan pelajaran ini dan bertanya kenapa kita harus belajar materi yang sulit ini?

      Belajar matematika itu seperti bermain game. Dalam game pastilah terdapat aturan-aturan yang harus diikuti, begitu pula matematika memiliki aturan-aturan dasar yang disebut aksioma. Bermain game tentunya menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Semakin tinggi levelnya, semakin sulit permainannya. Begitu pula dengan matematika, soal matematika tingkat SMA akan lebih sulit dibandingkan dengan soal matematika tingkat SMP atau SD. Kita merasa puas jika mampu menyelesaikan suatu game, begitu pula dengan mengerjakan soal matematika. Ada kepuasan jika kita mampu mengerjakan soal matematika. Apalagi jika soal tersebut susah, pasti kepuasan akan berlipat ganda. 

       Tahukah kita kenapa seorang penulis bisa menulis buku yang sukses? Atau seseorang bisa menjadi pengacara yang sukses? Atau seorang dokter yang bisa menyembuhkan pasien yang sakit? Ketiga profesi tersebut mungkin tidak membutuhkan matematika saat di bangku kuliah, tapi apakah matematika jadi tidak penting bagi mereka? Kalau kita telurusi lebih jauh, sebenarnya mereka menggunakan konsep bermatematika yang benar. Seorang penulis bisa menyusun sebuah kata-kata dan kalimat-kalimat menjadi tulisan yang bagus itu membutuhkan strategi; begitu juga seorang pengacara bisa memenangkan sebuah kasus hukum yang dia tangani membutuhkan strategi. Strategi tersebut mereka peroleh dari penalaran saat mereka mencoba menyelesaikan masalah dalam belajar matematika.  Begitu juga ketika seorang dokter dihadapkan pada pasien yang sekarat dan membutuhkan pertolongan secepatnya, matematika akan menuntun dokter tersebut mengambil keputusan dengan menghitung resiko terkecil dari yang terburuk. Tanpa matematika seorang dokter akan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Contoh-contoh di atas sengaja mungkin tidak berhubungan langsung dengan matematika yang dipelajari saat sekolah, tapi manfaat dari belajar matematika bisa membuat mereka seperti itu. Belajar matematika melatih penalaran kita untuk bisa menghadapi masalah dan keluar jadi pemenang. 

       Oleh karena itu, jika saat ini nilai matematika siswa jelek bukan berarti siswa tersebut tak berbakat di bidang matematika. Bisa saja siswa tersebut belum menemukan cara mempelajari matematika yang mengasyikkan. Anak dianggap bodoh kalau nilai matematika jelek adalah pandangan yang keliru. Untuk itu ada dua hal yang sebaiknya dilakukan. Pertama: Mulailah merasakan bidang apa yang sesungguhnya kalian minati. Begitu ketemu, tekunilah bidang yang kalian minati itu. Kedua: Cobalah untuk menemukan keasyikan mempelajari matematika. Kalau perlu, cari orang yang bisa membimbing kalian mempelajari matematika dengan cara-cara menyenangkan. Matematika membantu banyak hal dalam kehidupan ke depan. Selamat berpetualang dalam pencarian minat dan bakat, dan menemukan keasyikan dalam bermatematika.


Referensi :

Buku "Anak Bertanya Pakar Menjawab" karya : Prof Hendra Gunawan (Guru Besar ITB)

Sumber gambar :

https://www.redbubble.com/people/dominicwalliman/works/25095968-the-map-of-mathematics