Menulis itu Kebutuhan
Workshop "1001 Guru Ngeblog" Angkatan 1
Pelatihan "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020"

Program "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020" merupakan apresisasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Tahun 2020 adalah tahun ketiga pelaksanaan WIT. Di tengah pandemi COVID-19, guru-guru di Indonesia berhadapan dengan sebuah situasi baru yang dinamakan pembelajaran jarak jauh. Situasi dimana proses belajar-mengajar dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung yang tentunya memiliki tantangan sendiri. Kondisi ini yang melatarbelakangi Wardah untuk menyelenggaran program WIT 2020. Tujuan WIT 2020 yakni memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif hasil rekomendasi dari siswa maupun masyarakat umum. Apresiasi diberikan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para guru. Program WIT 2020 ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada ribuan guru di seluruh Indonesia untuk terus memberikan inspirasi bagi calon penerus masa depan. Karena guru dapat mengubah dunia melalui pendidikan. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan daring serta berkolaborasi dengan beberapa narasumber, salah satunya Kampus Guru Cikal.
Di WIT tahap 2, guru-guru dibekali materi tentang “Merancang dan Membuat Media Pembelajaran Merdeka Belajar”. Secara umum, media ajar adalah alat proses belajar yang membantu murid mencapai tujuan belajar. Ada 7 model media ajar inovatif yakni: Poster; Papan/ buku interaktif; Alat peraga; Lagu; Video; Permainan; dan Aplikasi berbasis teknologi. Dalam merancang media pembelajaran, bisa menggunakan Design Thinking yang terdiri dari 5 tahapan yakni: 1) Empati terhadap murid; 2) Definisikan masalah; 3) Mencari Ide; 4) Membuat purwarupa; 5) Ujicoba. Dengan pendekatan Design Thinking, proses merancang media ajar menjadi lebih mudah. Di tahap ini, sebanyak 503 guru yang lolos kurasi.


Selanjutnya, di WIT Tahap 3 guru-guru mendapat materi tentang “Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar”. Selain mengajar, guru tetap dapat berkarier menjadi apapun yang diinginkan, misalnya: penulis, pelatih/ narasumber, pencipta konten, dll. Setiap guru mempunyai talenta/ bakat yang harus diasah untuk jenjang kariernya, salah satunya guru penulis. Untuk membantu alur penulisan praktik baik, kita bisa menggunakan formula ATAP, yakni: 1) Awal; 2) Tantangan; 3) Aksi; dan 4) Perubahan. Guru-guru sangat semangat dalam menulis praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan dan saling menginspirasi guru lainnya. Di tahap ini, dipilih 242 guru dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) tanggal 12-13 Desember 2020. TPN ke VII ini temanya “Teknologi untuk masa depan hadir di pembelajaran masa kini”. Bersyukur sekali bisa menjadi pembicara, sungguh ini pengalaman yang sangat berharga dan tak akan terlupakan. Di TPN 2020 ini terdapat 1000 pembicara dan terbagi menjadi 4 kelas yakni: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, dan kelas karier. Setelah mengikuti TPN, saya dan guru-guru lainnya seperti mendapat suntikan semangat dan inspirasi untuk terus belajar. Semoga bisa berjumpa lagi di TPN ke VIII tahun 2021. Salam Merdeka Belajar!!!
Referensi :
Pelatihan "Microsoft Office 365 dalam Pembelajaran"

Matematika dan Al-Quran
Lalu apa tugas kita? Tugas kita adalah islamisasi diri melalui matematika, bukan islamisasi matematika. Islamisasi diri dan lingkungan sehingga kita memperoleh bahagia di dunia dan akhirat. Solusinya adalah perlunya Pembelajaran Matematika Berbasis Al-Quran :
1) Mathematics from Al-Qur’an
2) Mathematics for Al-Qur’an
3) Mathematics to Al-Qur’an
4) Mathematics with Al-Qur’an
Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Nya (Q.S Adz Dzariyat: 56). Dan sesungguhnya Allah hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi (Q.S Al Baqarah: 30). Berdasarkan landasan tersebut, maka tugas kita di dunia ini sebagai Abdullah dan Khalifatullah.
Mathematic from Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Dan matematika adalah salah satu ilmu yang digali atau dikembangkan dari Al-Quran. Banyak konsep dalam matematika yang terdapat di Al-Qur’an, misalnya: angka, bilangan, himpunan, perbandingan, operasi, pengukuran, persamaan, statistika, dan relasi, Di dalam matematika, konsep relasi adalah aturan yang memasangkan setiap anggota dari himpunan satu ke himpunan yang lain dengan aturan tertentu. Sedangkan di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa orang mukmin akan mendapat balasan berupa surga, dan orang kafir mendapat balasan berupa neraka (Q.S. At-Taghabun 9-10). Hal tersebut dapat kita nyatakan dengan diagram panah.
Mathematic for Al-Qur’an. Matematika digunakan untuk mengamalkan Al-Qur’an. Adanya ilmu matematika digunakan membantu segala bidang kehidupan dalam rangka ibadah, misalnya: masalah faraidh, arah kiblat, awal bulan, nilai zakat, dan penentuan awal ramadhan. Sehingga umat islam melaksanakan ibadah puasa secara bersama. Hal ini tentu didukung oleh ilmu matematika dan disiplin ilmu yang lain.
Mathematics to Al-Qur’an. Matematika digunakan sebagai alat untuk menjelaskan Al-Qur’an. Misalnya dengan bantuan ilmu matematika kita dapat menghitung lamanya Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya. Contoh lainnya yaitu menjelaskan contoh relasi/ fungsi/ mean/ modus, nama surat dan ayatnya, shalat dan rakaatnya, nabi dan kitabnya, atau malaikat dan tugasnya.
Mathematics with Al-Qur’an artinya menjelaskan matematika dalam perspektif Al-Qur’an. Pembelajaran matematika diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai keislaman. Banyak konsep dalam matematika yang dapat dihubungkan dengan nilai-nilai keislaman. Misalnya menanamkan nilai kebaikan dan keburukan pada konsep bilangan bulat : Z = {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}. Artinya jika kita melakukan kebaikan maka harus kita lupakan seperti bilangan bulat positif. Contoh lain misalnya menanamkan nilai keadilan, ketelitian, dan kebenaran pada panyelesaian persamaan linier dua variabel.
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa Pembelajaran Matematika berbasis Al-Qur’an akan menjadikan matematika lebih bermakna bagi siswa. Dengan adanya matematika kita dapat mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di bumi ini. Dan kebenaran dalam matematika akan menuntun pikiran manusia menuju kebenaran Illahi.
Sumber : Seminar Matematika dengan tema Matematika Berbasis Al-Quran
Oleh Bapak Abdussakir (Kepala Pusat Studi Sains dan Teknologi UIN Malang)