Matematika dan Strategi Perang Rasulullah
Matematika itu sesungguhnya disebut juga ilmu islam. Matematika tak terpisahkan dari ilmu-ilmu syariat yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis. Misalnya, menghitung waris itu pakai ilmu matematika, ilmu falak untuk mengetahui kalender hijriah yang terkait dengan ibadah sholat dan puasa, pembagian zakat juga menggunakan ilmu matematika. Bahkan, salah satu faktor kemenangan Rasulullah Saw. dalam Perang Badar juga karena ketepatan Rasulullah Saw dalam menggunakan ilmu matematika. Menurut Sun Tzu dalam karya fenomenalnya The Art of War, salah satu faktor penting meraih kemenangan dalam sebuah peperangan adalah mengetahui kekuatan diri sendiri dan mengetahui kekuatan lawan.
Menjawab Pertanyaan yang Belum Terjawab

Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, M.Sc (ahli sufi, ahli fisika, dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Panca Budi, Medan) dengan Presiden RI pertama (Ir. Soekarno). Saat itu, dia bersama rombongan diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar Juli 1965) bersama Prof. Ir. Brojonegoro, Prof. Dr. Syarif Thayib, Suprayogi, Admiral John Lie, Sucipto Besar, Kapolri, dan Duta Besar Indonesia.
“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 profesor,” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Presiden Soekarno kemudian mempersilahkan rombongan tamunya untuk duduk.
“Profesor Kadirun Yahya, silahkan duduk dekat saya,” pinta Presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.
“Profesor, saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tetapi baru sekarang aku bertemu dengan engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan kepadamu,” kata Presiden Soekarno.
“Ya, tentang apa itu, Bapak Presiden?”
“Tentang suatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tetapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya kepada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi, semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas, soalnya apa, Bapak Presiden?”
“Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya ajukan pertanyaan yang sebenarnya,” jawab Presiden Soekarno.
“Baik, Presiden,” kata Prof. Kadirun Yahya.
“Manakah yang lebih tinggi? Presiden, jenderal, atau professor dibanding dengan surga?” tanya Presiden.
“Surga,” jawab Prof. Kadirun Yahya.
“Accord (setuju)! Balas Presiden terlihat lega.
Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas, manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat dunia yang tadi dibanding pangkat surga?’ tanyanya.
“Untuk presiden, jendral, dan professor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan mengabdi pada negara, nusa, dan bangsa, atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan, untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya untuk Allah. Berpuluh-puluh tahun terus-menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk nirwana,” jawab Prof. Kadirun.
“Accord (setuju)!” kata Bung Karno.
“Sekarang baru dapat kutangkap engkau, Profesor),” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah.
“Saya cerita sedikit dahulu,” kata Bung Karno.
“Silahkan, Bapak Presiden.”
“Saya telah melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Saya pun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka, saya selidiki Al-Qur’an dan Al-Hadis, bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum.
Lantas, saya ketemu dengan satu hadis yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut, Rasulullah berkata, “Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu.” Rasul lewat dan berkata, “Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Dia ahli surga.”
Nah, Profesor, tadi engkau katakana bahwa untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk surga. Itu pun barangkali. Sementara itu, sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan dia ahli surga. How do you explain it, Profesor?” tanya Bung Karno lebih lanjut.
Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Dia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.
“Presiden, tadi bapak katakana dalam 1 tahun tak ketemu jawabannya, cob akita lihat. Mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam dua menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan.”
Keduanya adalah sama-sama ahli bidang eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/ fisika.
Di atas kertas, Prof. Kadirun mulai menuliskan jawabannya.
“ 10/10 = 1”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/100 = 1/10”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/1.000 = 1/100”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/10.000 = 1/1.000”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ 1.000.000/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ (berapa saja + apa saja)/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ dosa/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ Nah, …,” lanjut Prof, “ 1 × ∞ = ∞ “; “Ya,” kata Presiden.
“ 1/2 × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“ 1 zarah × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“Ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengaitkan, menggandengkan gerakannya dengan Yang Maha-Akbar. Mengikutsertakan Yang Mahabesar dalam gerakan-geraknnya. Maka, hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping, ditorpedo oleh pahala yang Mahabesar itu. 1 zarah × ∞ = ∞ dan dosa : ∞ = 0.
“Itulah dia jawabannya, Presiden!” jawab Profesor.
Bung Karno diam sejenak. “Hebat,” katanya kemudian. Bung Karno puas dengan penjelasan dari Profesor Kadirun Yahya.
REFERENSI :
Sudarmojo, Agus Haryo. 2017. Nur Muhammad – Penyebab Terciptanya Alam Semesta. Yogyakarta: Mizan
REFERENSI GAMBAR:
www.fau2i.blogspot.com
Mengenal Blog dan Manfaatnya

A. APA ITU BLOG?
Blog adalah singkatan dari "WeBlog" yang artinya jenis situs web yang menyerupai tulisan-tulisan pada halaman web, biasanya disusun diurutkan secara kronologis (waktu kejadian) mulai dari postingan yang terbaru berada di bagian atas halaman utama (homepage) diikuti postingan paling lama dibawahnya. Blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah "WeBlog" untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui secara kontinyu dan berisi link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, WeBlog dapat dirangkum sebagai kumpulan tulisan pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan tautan internet, dokumen-dokumen seperti word, excel, PDF, gambar ataupun multimedia lainnya. Para penulis blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai dan apa yang sering ditulis, apa tanggapan terhadap tautan yang dipilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal tapi tak jaring bagi beberapa orang blog dijadikan sebagai sarana penghasil pundi – pundi rupiah. Banyak Blogger tanah air yang berhasil meraup keuntungan dari kegiatan menulis blog tersebut.
B. APA YANG HARUS DITULIS DALAM BLOG?
Pertanyaan tersebut sering muncul dari Blogger pemula yang ingin memulai membuat sebuah blog. Lalu apa saja yang harus ditulis atau akan dituliskan dalam blog tersebut ? Pemilihan apa yang akan ditulis tergantung dari tema blog yang dibuat oleh Blogger. Sebagai contoh seorang guru berencana membuat sebuah blog. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa blog yang akan dibuat sebaiknya menyangkut kegiatannya sehari – hari atau yang ia gemari seperti bertemakan pendidikan, perangkat mengajar, sharing tentang media pembelajaran maupun hal – hal menarik lainnya seputar kehidupan.
Berikut ini beberapa tema tulisan blog yang sering dipublikasikan :
- Catatan harian atau apa saja yang ingin ditulis oleh Blogger.
- Ide-ide, opini, dan pandangan tertentu.
- Berita terkini dan ulasannya.
- Tips dan trik misalnya seputar olahraga, keluarga, masak-memasak, komputer, otomotif, elektronik.
- Artikel agama, hukum, seni musik, lirik lagu.
- Pelajaran sekolah, kuliah, dan kursus.
- Pengalaman pribadi yang berguna jika dibaca orang lain yang membaca blog tersebut, dll

C. APA SAJA MANFAAT MEMILIK BLOG?
- Sebagai catatan pengetahuan agar tidak hilang begitu saja karena lupa atau terselip.
- Sebagai sarana untuk membandingkan pendapat atau pengetahuan di mata umum.
- Latihan menulis dan menggunakan pendapat secara tertulis.
- Personal branding.
- Memanfaatkan blog sebagai bisnis untuk mencari uang.
- Sarana belajar komputer.
- Menambah sahabat dan teman di dunia maya.
D. APA SAJA SITUS MEMBUAT BLOG GRATIS?
Dalam pembuatan blog ada beberapa layanan yang paling sering digunakan, yaitu : Blogger.com (blogspot.com) dan Wordpress.com. Tentunya di antara kedua layanan tersebut memiliki fitur dan keunggulan tersendiri. Seperti di Wordpress.com : aksesnya cepat, fitur layanan lengkap, statistic layanan yag terintegrasi, memiliki sistem komentar yang lebih baik, dll. Sedangkan kelebihan blogger (blogspot) yakni : mudah dalam pengoperasian sehingga cocok buat pemula, pengguna juga lebih leluasa dalam mengganti serta mengedit template sehingga tampilan blog dapat disesuaikan dengan yang kita inginkan, dll.
REFERENSI :
https://www.dinamika.ac.id/upload/doc/Modul_V.2.5_-_2.pdf
REFERENSI GAMBAR:
https://www.viva.co.id/vstory/lainnya-vstory/1192904-pengertian-blog-blogging-dan-blogger
Menulis itu Kebutuhan
Workshop "1001 Guru Ngeblog" Angkatan 1
Pelatihan "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020"

Program "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020" merupakan apresisasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Tahun 2020 adalah tahun ketiga pelaksanaan WIT. Di tengah pandemi COVID-19, guru-guru di Indonesia berhadapan dengan sebuah situasi baru yang dinamakan pembelajaran jarak jauh. Situasi dimana proses belajar-mengajar dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung yang tentunya memiliki tantangan sendiri. Kondisi ini yang melatarbelakangi Wardah untuk menyelenggaran program WIT 2020. Tujuan WIT 2020 yakni memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif hasil rekomendasi dari siswa maupun masyarakat umum. Apresiasi diberikan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para guru. Program WIT 2020 ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada ribuan guru di seluruh Indonesia untuk terus memberikan inspirasi bagi calon penerus masa depan. Karena guru dapat mengubah dunia melalui pendidikan. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan daring serta berkolaborasi dengan beberapa narasumber, salah satunya Kampus Guru Cikal.
Di WIT tahap 2, guru-guru dibekali materi tentang “Merancang dan Membuat Media Pembelajaran Merdeka Belajar”. Secara umum, media ajar adalah alat proses belajar yang membantu murid mencapai tujuan belajar. Ada 7 model media ajar inovatif yakni: Poster; Papan/ buku interaktif; Alat peraga; Lagu; Video; Permainan; dan Aplikasi berbasis teknologi. Dalam merancang media pembelajaran, bisa menggunakan Design Thinking yang terdiri dari 5 tahapan yakni: 1) Empati terhadap murid; 2) Definisikan masalah; 3) Mencari Ide; 4) Membuat purwarupa; 5) Ujicoba. Dengan pendekatan Design Thinking, proses merancang media ajar menjadi lebih mudah. Di tahap ini, sebanyak 503 guru yang lolos kurasi.


Selanjutnya, di WIT Tahap 3 guru-guru mendapat materi tentang “Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar”. Selain mengajar, guru tetap dapat berkarier menjadi apapun yang diinginkan, misalnya: penulis, pelatih/ narasumber, pencipta konten, dll. Setiap guru mempunyai talenta/ bakat yang harus diasah untuk jenjang kariernya, salah satunya guru penulis. Untuk membantu alur penulisan praktik baik, kita bisa menggunakan formula ATAP, yakni: 1) Awal; 2) Tantangan; 3) Aksi; dan 4) Perubahan. Guru-guru sangat semangat dalam menulis praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan dan saling menginspirasi guru lainnya. Di tahap ini, dipilih 242 guru dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) tanggal 12-13 Desember 2020. TPN ke VII ini temanya “Teknologi untuk masa depan hadir di pembelajaran masa kini”. Bersyukur sekali bisa menjadi pembicara, sungguh ini pengalaman yang sangat berharga dan tak akan terlupakan. Di TPN 2020 ini terdapat 1000 pembicara dan terbagi menjadi 4 kelas yakni: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, dan kelas karier. Setelah mengikuti TPN, saya dan guru-guru lainnya seperti mendapat suntikan semangat dan inspirasi untuk terus belajar. Semoga bisa berjumpa lagi di TPN ke VIII tahun 2021. Salam Merdeka Belajar!!!
Referensi :
Pelatihan "Microsoft Office 365 dalam Pembelajaran"
