Kelas "Belajar Menulis Buku ber-ISBN"

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. “Teruslah menulis, teruslah membaca, dan teruslah berkarya” (Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT). Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan 1 buah buku antologi bersama guru-guru inspirasi dari pelosok negeri. Buku ini sangat luar biasa, dimana dalam karya buku ini ada 3 (tiga) Profesor yang mendukung terbitnya buku ini, yakni sebagai berikut :
- Penulis Kata Pengantar : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud)
- Penulis Kata Sambutan Buku : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME (Guru Besar Universitas Sumatra Utara)
- Penulis Endorsment Buku : Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatra Utara
Sinopsis Buku “Kisah WIT 2020 - Memberi Inspirasi Untuk Negeri”
“Musuh terbesar ilmu adalah ilusi bahwa kita berilmu” (Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah), merupakan kalimat yang memotivasi para guru hebat penulis buku ini untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi. Mereka sadar bahwa guru yang dapat digugu dan ditiru adala guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar.
Buku ini sangat istimewa karena memuat berbagai ilmu juga pengalaman dan karya nyata para penulisnya ketika mengikuti program “Wardah Inspiring Teacher 2020” yang diselenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation. Ilmu, pengalaman dan karya yang mereka tuangkan di dalam buku ini sangat sempurna, sehingga layaklah mereka disebut guru inspiratif. Hal ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan di negara kita saat ini. Karena hanya dengan berada pada posisi sebagai inspiratorlah, seorang guru akan mampu membangun inovasi, kemandirian, dan pengembangan kreativitas setiap peserta didiknya.
Apa saja ilmu, pengalaman, dan karya nyata para guru inspiratif tersebut? Segera baca buku ini sampai tuntas, maka Anda akan mendapatkan banyak inspirasi yang akan menggugah dan mendorong Anda untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar.

- Buku Antologi "Kisah WIT 2020 ”
- ISBN : 978-602-457-762-9
- Tebal : ± 225 hal
- Penerbit : Oase Pustaka
- Cetakan Pertama : Maret 2021
Mengenal Matematika Lebih Dekat

Matematika itu sulit! Matematika itu tidak penting! Demikianlah pendapat yang sering kita dengar dari siswa terhadap matematika. Sebagian besar siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Karena dianggap sulit, matematika sudah menjadi hantu di kelas-kelas bahkan sebelum pelajaran pertama dimulai. Ada candaan kalau MATEMATIKA itu MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan pusingnya. Beberapa pendapat di atas adalah persepsi yang salah. Bukankah 1 + 1 = 2 selamanya? Mudah bukan, dimana letak sulitnya. Pelajaran sekolah dasar akan sangat mudah jika dikerjakan oleh siswa sekolah menengah pertama atau atas. Ketika siswa sudah menemukan keasyikan belajar matematika, maka matematika menjadi pelajaran yang mudah.
Matematika merupakan himpunan pengetahuan dan temuan manusia, yang diperoleh dengan metode yang solid, disepakati oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing dan telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sekarang berkembang sebagai ilmu atau sistem pengetahuan. Berawal dari geometri dan aritmetika, cabang-cabang matematika lainnya, seperti aljabar, kalkulus, dan statistika pun lahir. Matematika disebut ratunya ilmu pengetahuan (The Queen of Science), karena matematika menjadi pembuka jalan untuk banyak penemuan dalam bidang lainnya.
Mengingat betapa pentingnya matematika, karena semua bidang membutuhkan matematika dalam penyelesainnya. Matematika banyak digunakan dalam berbagai bidang disiplin lain, misalnya fisika, kimia, biologi, teknik, komputer, industri, ekonomi, kedokteran, dan pertanian. Untuk itulah mengapa matematika diajarkan sejak awal kita sekolah. Untuk tingkat taman kanak-kanak, siswa diajarkan mengenal bilangan yang sangat dasar yaitu, bilangan asli, dan belajar mengurutkan bilangan tersebut. Ini bertujuan agar di sekolah dasar siswa bisa menghitung bilangan tersebut. Untuk tingkat sekolah dasar, siswa diharapkan bisa menghitung dengan berbagai macam operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Lalu siswa dikenalkan dengan soal cerita sederhana dan membuatnya ke dalam kalimat matematika kemudian menyelesaikannya. Ini bertujuan untuk melatih nalar kita dalam menghadapi masalah sehari-hari, seperti menghitung kembalian saat kita jajan di sekolah atau di rumah. Saat di sekolah menengah pertama dan atas, siswa dikenalkan dengan matematika yang cukup kompleks dan diharapkan bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut. Apakah kita sudah melalui proses bermatematika dengan benar? Jika benar, kita bisa mengikuti setiap materi yang kita terima dengan baik. Jika tidak, kita selalu kesulitan dengan pelajaran ini dan bertanya kenapa kita harus belajar materi yang sulit ini?
Belajar matematika itu seperti bermain game. Dalam game pastilah terdapat aturan-aturan yang harus diikuti, begitu pula matematika memiliki aturan-aturan dasar yang disebut aksioma. Bermain game tentunya menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Semakin tinggi levelnya, semakin sulit permainannya. Begitu pula dengan matematika, soal matematika tingkat SMA akan lebih sulit dibandingkan dengan soal matematika tingkat SMP atau SD. Kita merasa puas jika mampu menyelesaikan suatu game, begitu pula dengan mengerjakan soal matematika. Ada kepuasan jika kita mampu mengerjakan soal matematika. Apalagi jika soal tersebut susah, pasti kepuasan akan berlipat ganda.
Tahukah kita kenapa seorang penulis bisa menulis buku yang sukses? Atau seseorang bisa menjadi pengacara yang sukses? Atau seorang dokter yang bisa menyembuhkan pasien yang sakit? Ketiga profesi tersebut mungkin tidak membutuhkan matematika saat di bangku kuliah, tapi apakah matematika jadi tidak penting bagi mereka? Kalau kita telurusi lebih jauh, sebenarnya mereka menggunakan konsep bermatematika yang benar. Seorang penulis bisa menyusun sebuah kata-kata dan kalimat-kalimat menjadi tulisan yang bagus itu membutuhkan strategi; begitu juga seorang pengacara bisa memenangkan sebuah kasus hukum yang dia tangani membutuhkan strategi. Strategi tersebut mereka peroleh dari penalaran saat mereka mencoba menyelesaikan masalah dalam belajar matematika. Begitu juga ketika seorang dokter dihadapkan pada pasien yang sekarat dan membutuhkan pertolongan secepatnya, matematika akan menuntun dokter tersebut mengambil keputusan dengan menghitung resiko terkecil dari yang terburuk. Tanpa matematika seorang dokter akan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Contoh-contoh di atas sengaja mungkin tidak berhubungan langsung dengan matematika yang dipelajari saat sekolah, tapi manfaat dari belajar matematika bisa membuat mereka seperti itu. Belajar matematika melatih penalaran kita untuk bisa menghadapi masalah dan keluar jadi pemenang.
Oleh karena itu, jika saat ini nilai matematika siswa jelek bukan berarti siswa tersebut tak berbakat di bidang matematika. Bisa saja siswa tersebut belum menemukan cara mempelajari matematika yang mengasyikkan. Anak dianggap bodoh kalau nilai matematika jelek adalah pandangan yang keliru. Untuk itu ada dua hal yang sebaiknya dilakukan. Pertama: Mulailah merasakan bidang apa yang sesungguhnya kalian minati. Begitu ketemu, tekunilah bidang yang kalian minati itu. Kedua: Cobalah untuk menemukan keasyikan mempelajari matematika. Kalau perlu, cari orang yang bisa membimbing kalian mempelajari matematika dengan cara-cara menyenangkan. Matematika membantu banyak hal dalam kehidupan ke depan. Selamat berpetualang dalam pencarian minat dan bakat, dan menemukan keasyikan dalam bermatematika.
Referensi :
Buku "Anak Bertanya Pakar Menjawab" karya : Prof Hendra Gunawan (Guru Besar ITB)
Sumber gambar :
https://www.redbubble.com/people/dominicwalliman/works/25095968-the-map-of-mathematics
Matematika dan Strategi Perang Rasulullah
Matematika itu sesungguhnya disebut juga ilmu islam. Matematika tak terpisahkan dari ilmu-ilmu syariat yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis. Misalnya, menghitung waris itu pakai ilmu matematika, ilmu falak untuk mengetahui kalender hijriah yang terkait dengan ibadah sholat dan puasa, pembagian zakat juga menggunakan ilmu matematika. Bahkan, salah satu faktor kemenangan Rasulullah Saw. dalam Perang Badar juga karena ketepatan Rasulullah Saw dalam menggunakan ilmu matematika. Menurut Sun Tzu dalam karya fenomenalnya The Art of War, salah satu faktor penting meraih kemenangan dalam sebuah peperangan adalah mengetahui kekuatan diri sendiri dan mengetahui kekuatan lawan.
Menjawab Pertanyaan yang Belum Terjawab

Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, M.Sc (ahli sufi, ahli fisika, dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Panca Budi, Medan) dengan Presiden RI pertama (Ir. Soekarno). Saat itu, dia bersama rombongan diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar Juli 1965) bersama Prof. Ir. Brojonegoro, Prof. Dr. Syarif Thayib, Suprayogi, Admiral John Lie, Sucipto Besar, Kapolri, dan Duta Besar Indonesia.
“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 profesor,” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Presiden Soekarno kemudian mempersilahkan rombongan tamunya untuk duduk.
“Profesor Kadirun Yahya, silahkan duduk dekat saya,” pinta Presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.
“Profesor, saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tetapi baru sekarang aku bertemu dengan engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan kepadamu,” kata Presiden Soekarno.
“Ya, tentang apa itu, Bapak Presiden?”
“Tentang suatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tetapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya kepada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi, semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas, soalnya apa, Bapak Presiden?”
“Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya ajukan pertanyaan yang sebenarnya,” jawab Presiden Soekarno.
“Baik, Presiden,” kata Prof. Kadirun Yahya.
“Manakah yang lebih tinggi? Presiden, jenderal, atau professor dibanding dengan surga?” tanya Presiden.
“Surga,” jawab Prof. Kadirun Yahya.
“Accord (setuju)! Balas Presiden terlihat lega.
Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas, manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat dunia yang tadi dibanding pangkat surga?’ tanyanya.
“Untuk presiden, jendral, dan professor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan mengabdi pada negara, nusa, dan bangsa, atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan, untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya untuk Allah. Berpuluh-puluh tahun terus-menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk nirwana,” jawab Prof. Kadirun.
“Accord (setuju)!” kata Bung Karno.
“Sekarang baru dapat kutangkap engkau, Profesor),” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah.
“Saya cerita sedikit dahulu,” kata Bung Karno.
“Silahkan, Bapak Presiden.”
“Saya telah melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Saya pun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka, saya selidiki Al-Qur’an dan Al-Hadis, bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum.
Lantas, saya ketemu dengan satu hadis yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut, Rasulullah berkata, “Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu.” Rasul lewat dan berkata, “Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Dia ahli surga.”
Nah, Profesor, tadi engkau katakana bahwa untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk surga. Itu pun barangkali. Sementara itu, sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan dia ahli surga. How do you explain it, Profesor?” tanya Bung Karno lebih lanjut.
Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Dia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.
“Presiden, tadi bapak katakana dalam 1 tahun tak ketemu jawabannya, cob akita lihat. Mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam dua menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan.”
Keduanya adalah sama-sama ahli bidang eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/ fisika.
Di atas kertas, Prof. Kadirun mulai menuliskan jawabannya.
“ 10/10 = 1”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/100 = 1/10”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/1.000 = 1/100”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/10.000 = 1/1.000”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ 1.000.000/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ (berapa saja + apa saja)/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ dosa/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ Nah, …,” lanjut Prof, “ 1 × ∞ = ∞ “; “Ya,” kata Presiden.
“ 1/2 × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“ 1 zarah × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“Ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengaitkan, menggandengkan gerakannya dengan Yang Maha-Akbar. Mengikutsertakan Yang Mahabesar dalam gerakan-geraknnya. Maka, hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping, ditorpedo oleh pahala yang Mahabesar itu. 1 zarah × ∞ = ∞ dan dosa : ∞ = 0.
“Itulah dia jawabannya, Presiden!” jawab Profesor.
Bung Karno diam sejenak. “Hebat,” katanya kemudian. Bung Karno puas dengan penjelasan dari Profesor Kadirun Yahya.
REFERENSI :
Sudarmojo, Agus Haryo. 2017. Nur Muhammad – Penyebab Terciptanya Alam Semesta. Yogyakarta: Mizan
REFERENSI GAMBAR:
www.fau2i.blogspot.com
Mengenal Blog dan Manfaatnya

A. APA ITU BLOG?
Blog adalah singkatan dari "WeBlog" yang artinya jenis situs web yang menyerupai tulisan-tulisan pada halaman web, biasanya disusun diurutkan secara kronologis (waktu kejadian) mulai dari postingan yang terbaru berada di bagian atas halaman utama (homepage) diikuti postingan paling lama dibawahnya. Blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah "WeBlog" untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui secara kontinyu dan berisi link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, WeBlog dapat dirangkum sebagai kumpulan tulisan pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan tautan internet, dokumen-dokumen seperti word, excel, PDF, gambar ataupun multimedia lainnya. Para penulis blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai dan apa yang sering ditulis, apa tanggapan terhadap tautan yang dipilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal tapi tak jaring bagi beberapa orang blog dijadikan sebagai sarana penghasil pundi – pundi rupiah. Banyak Blogger tanah air yang berhasil meraup keuntungan dari kegiatan menulis blog tersebut.
B. APA YANG HARUS DITULIS DALAM BLOG?
Pertanyaan tersebut sering muncul dari Blogger pemula yang ingin memulai membuat sebuah blog. Lalu apa saja yang harus ditulis atau akan dituliskan dalam blog tersebut ? Pemilihan apa yang akan ditulis tergantung dari tema blog yang dibuat oleh Blogger. Sebagai contoh seorang guru berencana membuat sebuah blog. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa blog yang akan dibuat sebaiknya menyangkut kegiatannya sehari – hari atau yang ia gemari seperti bertemakan pendidikan, perangkat mengajar, sharing tentang media pembelajaran maupun hal – hal menarik lainnya seputar kehidupan.
Berikut ini beberapa tema tulisan blog yang sering dipublikasikan :
- Catatan harian atau apa saja yang ingin ditulis oleh Blogger.
- Ide-ide, opini, dan pandangan tertentu.
- Berita terkini dan ulasannya.
- Tips dan trik misalnya seputar olahraga, keluarga, masak-memasak, komputer, otomotif, elektronik.
- Artikel agama, hukum, seni musik, lirik lagu.
- Pelajaran sekolah, kuliah, dan kursus.
- Pengalaman pribadi yang berguna jika dibaca orang lain yang membaca blog tersebut, dll

C. APA SAJA MANFAAT MEMILIK BLOG?
- Sebagai catatan pengetahuan agar tidak hilang begitu saja karena lupa atau terselip.
- Sebagai sarana untuk membandingkan pendapat atau pengetahuan di mata umum.
- Latihan menulis dan menggunakan pendapat secara tertulis.
- Personal branding.
- Memanfaatkan blog sebagai bisnis untuk mencari uang.
- Sarana belajar komputer.
- Menambah sahabat dan teman di dunia maya.
D. APA SAJA SITUS MEMBUAT BLOG GRATIS?
Dalam pembuatan blog ada beberapa layanan yang paling sering digunakan, yaitu : Blogger.com (blogspot.com) dan Wordpress.com. Tentunya di antara kedua layanan tersebut memiliki fitur dan keunggulan tersendiri. Seperti di Wordpress.com : aksesnya cepat, fitur layanan lengkap, statistic layanan yag terintegrasi, memiliki sistem komentar yang lebih baik, dll. Sedangkan kelebihan blogger (blogspot) yakni : mudah dalam pengoperasian sehingga cocok buat pemula, pengguna juga lebih leluasa dalam mengganti serta mengedit template sehingga tampilan blog dapat disesuaikan dengan yang kita inginkan, dll.
REFERENSI :
https://www.dinamika.ac.id/upload/doc/Modul_V.2.5_-_2.pdf
REFERENSI GAMBAR:
https://www.viva.co.id/vstory/lainnya-vstory/1192904-pengertian-blog-blogging-dan-blogger
Menulis itu Kebutuhan
Workshop "1001 Guru Ngeblog" Angkatan 1