PPT Matematika SMA Kelas X Semester 2
BAB 1: Vektor
1A. Konsep Vektor
1B. Operasi Vektor
1C. Panjang Vektor
1D. Perkalian Skalar Dua Vektor
BAB 1: Fungsi Lanjutan dan Grafiknya
1A. Fungsi Linear
1B. Fungsi Kuadrat
1C. Fungsi Rasional
link download file đŸ“¥
2A. Komposisi Fungsi
2B. Invers Fungsi
link download file đŸ“¥
3B. Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi
Salam Merdeka Belajar. Sukses selalu..
Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2021
Temu Pendidik Nusantara (TPN) adalah wadah bagi para pendidik untuk saling belajar dan berbagi praktik baik dalam bentuk konferensi tahunan. Pertemuan tahunan yang mempertemukan pemangku kepentingan ekosistem pendidikan di Indonesia untuk mengekspresikan kemerdekaan belajar, mengembangkan kompetensi, menginisiasi kolaborasi dan membangun karier. Tahun 2021 adalah tahun kelima semenjak peluncuran gerakan Merdeka Belajar yang dicanangkan pada Temu Pendidik Nusantara ke-III pada tahun 2016. Tahun ini, TPN dilaksanakan tanggal 20-21 November 2021 secara daring.
TPN 2021 kali ini mengusung tema “Merayakan Asesmen, Mendesain Ekosistem Merdeka Belajar”. Tema ini dipilih atas dasar keyakinan bahwa asesmen memampukan pendidik untuk membangun ekosistem yang merdeka belajar di ruang kelas. Merayakan Asesmen. Sebuah pesan untuk mengubah persepsi bahwa asesmen bukanlah sesuatu yang menakutkan tetapi sesuatu yang layak dirayakan. Asesmen yang baik tidak menghakimi murid melainkan memberdayakan mereka menjadi pribadi yang merdeka belajar. Guru dan sekolah merdeka belajar menjadi penggerak untuk membangun ekosistem merdeka belajar dengan pelibatan orang tua, komunitas, dan dinas pendidikan daerah.
Sebagai pendidik, kita harus hadir di TPN tahun ini karena banyak sekali manfaat yang didapatkan. Menghadiri TPN VIII menghubungkan kita dengan praktik baik pembelajaran dari 1000 guru, kepala sekolah, dan penggerak pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia. Keberagaman ide hasil dari buah pikiran dan tindakan para pembicara sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Ada banyak pilihan kelas yang dapat kita ikuti, diantaranya: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, kelas karier, kelas global, dan pameran karya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, TPN kali ini menghadirkan pembicara dari 13 negara. Sangat seru dan menyenangkan tentunya.
Bersyukur sekali rasanya, pada TPN VIII ini bisa kembali belajar dan menjadi salah satu pembicara bersama guru-guru hebat lainnya. Kami mendapatkan jadwal berbagi praktik baik pembelajaran di kelas kemerdekaan, pada hari Sabtu, 21 November 2022 pukul 09.00-10.00 WIB. Di sesi webinar ini, kami bisa saling berkolaborasi, saling belajar, dan saling berbagi. Kebetulan materi yang kami sampaikan tentang :
3. “Pembelajaran Matematika SMART di Masa Pandemi” oleh: Novatama Adi Nugraha (SMAN 1 Bojonegoro)
4. “Memahami Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi” oleh: Bu Nurafiah (SMAN 6 Bulukumba)
5. “Media untuk Pembelajaran” oleh: Bu Felipina (SMAN 2 Kupang Timur)
6. “Instory” oleh: Pak Rozza Hastama Wijaya (SMK Bakti 17 Jakarta)
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang didapatkan. Wah seru pokoknya… TPN memang keren… Sampai berjumpa lagi di TPN tahun 2022.
Referensi :
https://tpn.gurubelajar.org/
Dokumentasi Kegiatan :
Terima Kasih Guruku

Ku tuliskan sepucuk untaian kalimat untuk Bapak dan Ibu Guru dimana pun mereka berada saat ini. Rangkaian doa selalu menggema di hati untuk setiap peluh yang mereka berikan padaku. Sebanyak apapun kalimat yang terangkai hari ini, tentu tidak akan mampu membalas banyaknya dedikasi yang telah mereka berikan. Guru, bukan sekedar penyebutan profesi dengan dua konsonan dan dua huruf vokal. Bagiku guru merupakan sosok yang sangat berharga dalam hidup, baik itu guru dalam pendidikan formal maupun non formal.
Sedikit menelisik ke belakang dalam kehidupan, bahwa sehari-sehari aku telah banyak dididik oleh para guru. Mulai dari saat mengeyam pendikan usia dini sampai ke perguruan tinggi. Bahkan pasca dari perguruan tinggi pun masih mendapat berbagai ilmu pengetahuan dari guru. Hal penting yang harus kita ketahui dan ingat bahwa guru bukan hanya mereka yang memiliki gelar sarjana pendidikan. Terlalu sempit jika masih berkutat dengan pikiran bahwa guru adalah orang yang mempunyai gelar tersebut.
Mari kita ingat filosofi Ki Hajar Dewantara, seorang pendidik dan pendiri Taman Siswa yang berbunyi “Setiap Orang Menjadi Guru, Setiap Rumah Menjadi Sekolah”. Kutipan filosofi tersebut mengisyaratkan bahwa setiap orang bisa dan berhak menjadi guru bagi siapapun dan setiap rumah dapat menjadi sekolah untuk mendapatkan pendidikan. Bagiku sekolah pertama adalah di rumah terkhusus ibu sebagai gurunya, karena sejatinya ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tentunya rasa terima kasih mendalam ku sampaikan kepada guru yang terdekat yaitu kedua orang tua yang telah mendidik sejak dini dan telah berupaya memberikan pendidikan yang terbaik hingga ke perguruan tinggi.
Selain berterima kasih kepada orang tua sebagi guru, aku juga sangat bersyukur karena selama mengenyam pendidikan formal maupun non formal telah mendapatkan guru yang terbaik. Untuk pertama kalinya pendidikan usia dini ku dapatkan dimana pada saat itu sedang aktif menikmati masa kanak-kanak. Dengan kesabaran yang luar biasa para guru saat itu membimbing dan menuntunku untuk mulai belajar sambil bermain. Kesabaran, ketekunan dari bapak ibu guru ku dapatkan dari masa ke masa hingga berhasil menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Mahasiswa yang sering di bilang “maha” nya siswa atau dengan kata lain di artikan sebagai puncak tertinggi status siswa atau tingkatan siswa yang paling tinggi juga harus terus belajar kepada guru.
![]() |
| Bersama Bapak Dr. Ismail, M.Pd. (Dosen Pembimbing Skripsi) |
Semakin tinggi mengenyam pendidikan dan mendapat berbagai ilmu pengetahuan dari para guru telah mengubah pola pikirku. Aku berpikir bahwa ilmu pengetahuan sangat luas dan tidak akan ada habisnya untuk di pelajari. Mungkin bisa saja aku belajar dari sosial media tentang berbagai macam disiplin ilmu tanpa di dampingi guru, namun kuncinya bukan hanya disitu karena bagiku guru juga berperan mengajarkan akhlak yang baik kepada siswa. Aku pun sangat merasakan bagaimana guruku mengajarkan tentang tata krama, disiplin, kejujuran dan nilai-nilai kehidupan yang tentunya belum tentu kita dapat dari sosial media. Pada suatu waktu pernah ku dengan cerita dari guruku bahwa menjadi guru adalah panggilan jiwa. Bagaimana tidak, guru memiliki tangung jawab moril atas profesinya. Ia bukan hanya mengajarkan disiplin ilmu pengetahuan namun ia juga harus memperhatikan sisi akhlak dari anak didiknya.
Guruku, banyak sudah yang kau korbankan untuk tugas mulia ini. Mencerdaskan anak bangsa, menanamkan budi pekerti luhur, memupuk sikap displin serta mengajarkan nilai kehidupan dan disiplin ilmu yang tiada engkau mengenal lelah. Setiap peluh mu dalam bertugas adalah ruh dalam diriku, setiap tawamu di sela tugas adalan nyawa dalam jiwaku, dan setiap nasihatmu adalah semangat dalam kaki ini melangkah. Maaf jika dengan kenakalanku terkadang membuatmu marah, dengan sikapku yang tidak disiplin membuatmu lelah. Namun sungguh Tuhan selalu membersamai mu, guruku. Tuhan anugerahkan rasa sabar luar biasa, rasa tiada mengenal lelah, tiada bosan untuk kembali menatapku, kembali mengajar dan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk diriku, dan yang termanis adalah selalu kau sampaikan cintamu lewat senyuman ramah.
Kepada guruku, engkau disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Ya benar, kaulah pahlawan tanpa tanda jasa, karena jasa-jasamu kau titipkan di setiap pundak siswamu, kau titipkan di pundakku. Setiap yang gugur di medan perang untuk membela bangsa mendapat sebutan pahlawan, namun kau tidak harus gugur untuk mendapat sebutan pahlawan karena bagiku kau lah pahlawan yang memerangi kebodohan, kau pahlawan untuk membuka cakrawala dunia menumpas kerdilnya pemikiran, kau pahlawan untuk meluluhkan kerasnya akhlak yang tidak lurus, dan kau tak akan pernah gugur karena ilmu yang kau ajarkan akan terus mengalir dan menghidupi kehidupan. Daya pikir yang terbatas kau kikis lewat kertas berisi pesan mutiara tak terbatas. Setiap kata darimu adalah doa, setiap cerita darimu sarat makna. Mengenalmu sebagai pendidik adalah karunia yang luar biasa, dan mengenangmu dalam hidupku adalah kebaikan tak terhingga.
Guruku, izinkan aku terus meggemakan namamu dalam sanubariku, menyampaikan rasa terima kasihku melalui doa agar Tuhan senantiasa menjagamu. Tak akan pernah cukup aku mengulas tentang pengabdianmu, bahkan bait kata ku pun seolah tak sanggup menceritakan pengorbananmu. Entah harus memulai dari mana untuk menyampaikan rasa terima kasihku padamu, dan harus di mana aku mengkahirinya. Rasanya tiada akhir untuk setiap pengorbananmu karena ilmu yang kau ajarkan telah membawa diriku pada kehidupan yang penuh berkah saat itu.
Teruntuk setiap guruku yang penuh kehangatan dalam mendedikasikan dirinya, terima kasih telah menjadi perantara Tuhan mencerdaskanku. Engkaulah tangan Tuhan di dunia untuk memberikan sejuta manfaat bagi insan yang buta keilmuan. Kau ajarkan aku huruf menjadi kata, hingga mampu menjadi kalimat kemudian menjadi indahnya cerita kehidupan. Jika suatu saat nanti aku datang dengan kehausan ilmu pengetahuan maka jangan lah bosan untuk memberiku ilmu sebagai pelepas dahaga ku. Jika suatu saat nanti kau mendapati diriku menjadi apatis maka ku harap kau berikan teguran manis sebagai pengingat diriku.
Guru, terima kasih atas warisan yang tak ternilai harganya yaitu ilmu pengetahuan. Saat ini, esok dan nanti engkau tetaplah guruku, pelita hidupku dan aku akan terus mengingat dan mengenangmu dalam kebaikan. “Berjuanglah dan jangan setengah-setengah” kalimat itu akan selalu melekat dalam benakku bersama kedalaman ilmu. #NN
![]() |
| Bersama Bapak Drs Zainal Abidin, M.Pd., Ph.D (Dosen PPG Unisma) |
PPT Matematika SMA Kelas X Semester 1

Matematika bukanlah pelajaran yang sulit, melainkan pelajaran yang penuh tantangan. Ketika siswa sudah menemukan keasyikan belajar matematika, maka matematika menjadi pelajaran yang mudah. Mengingat betapa pentingnya matematika dalam kehidupan, maka kita harus menguasai pelajaran tersebut. Berikut merupakan file PPT Matematika Umum dan Peminatan SMA Kelas X Semester 1. Semoga membantu belajar.
BAB 1: Fungsi Eksponensial
1A. Konsep Eksponensial
1B. Grafik Fungsi Eksponensial
1C. Persamaan Eksponensial
1D. Pertidaksamaan Eksponensial
link download file đŸ“¥
2A. Konsep Logaritma
2B. Grafik Fungsi Logaritma
2C. Persamaan Logaritma
2D. Pertidaksamaan Logaritma

BAB 1: Nilai Mutlak
1A. Konsep Nilai Mutlak
1B. Persamaan Nilai Mutlak
1C. Pertidaksamaan Nilai Mutlak
link download file đŸ“¥
2A. Pertidaksamaan Kuadrat
2B. Pertidaksamaan Rasional
2C. Pertidaksamaan Irasional
link download file đŸ“¥
BAB 4: Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel (SPtDV)
4B. Sistem Pertidaksamaan Kudrat-Kudrat
link download file đŸ“¥
Salam Merdeka Belajar. Sukses selalu..
Antologi Buku "Writing is My Passion"

Alhamdulillah, akhirnya buku antologi kedua sudah terbit. Senang bisa menjadi bagian dari tim guru penulis di dalamnya. Sesungguhnya banyak diantara kita yang bermimpi ingin menjadi guru penulis. Namun seiring berjalannya waktu, terkadang kita sering banyak alasan sehingga tidak dapat mewujudkan impian tersebut. Sebaliknya mereka yang berkomitmen, bersungguh-sungguh dan memiliki potensi diri untuk menulis, merekalah yang dapat mewujudkannya. Menulis merupakan keterampilan yang harus dilatih dan butuh proses. Seorang penulis profesional adalah seorang penulis amatir yang tidak pernah berhenti menulis. Mari kita belajar menulis, karena tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa oleh orang lain.

Buku ini digagas secara spontan usai mengikuti kelas belajar menulis Om Jay dan PGRI, yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2021 di gelombang 19 dan 20. Dra Sri Sugiastuti, M.Pd atau akrab disapa Bu Kanjeng mengangkat tema "Menjadikan Menulis sebagai Passion". Tema inilah yang mengilhami terbitnya buku Antologi yang sedang anda baca.
Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan. Alasan itu sebagai pemicu Bu Kanjeng mengajak para penulis hebat untuk berkontribusi menorehkan hasil tulisan terbaiknya dan dikemas menjadi buku antologi yang menarik untuk dibaca dengan keyakinan bahwa semua manusia diberi potensi untuk membuktikannya. "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, biarkan tulisanmu menemui takdirnya."- Bu Kanjeng.
Nah, 30 penulis di dalam buku ini mengabadikan karya tulisannya. Buku ini bagian dari praktik literasi setelah mereka berhasil menjadi pemenang. Penulis mampu mengalahkan rasa takut dan malas yang ada di dalam dirinya. Tentunya buku ini akan menjadi pelecut para penulis pemula, sekaligus para pegiat literasi Nusantara. Buku ini juga sangat cocok untuk mengisi perpustakaan sebagai referensi dan sangat bagus untuk hadiah para pemimpi yang ingin menjadi penulis.
Salam Literasi!
Modul Pembelajaran Matematika Umum/Wajib SMA Kelas X, XI, dan XII
Halo Sahabat Pembelajar.. Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap semua aspek, salah satunya pendidikan. Pembelajaran di masa pandemi dilakukan secara daring/ jarak jauh dan tentunya memiliki banyak tantangan. Berikut merupakan file Modul Pembelajaran Matematika Umum SMA Kelas X, XI, dan XII yang dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN pada tahun 2020 untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Mudah-mudahan modul ini mengurangi beban guru atau beban siswa dalam menentukan bahan belajar secara mandiri atau secara berkelompok.
Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Penggunaan modul dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa atau dengan minimal dari guru. Di dalam pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator.
Modul Pembelajaran Matematika Peminatan SMA Kelas X, XI, dan XII
Pelatihan "Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay 2021"

Bersyukur sekali bisa bergabung di kegiatan “Pelatihan Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay”. Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd atau sapaan akrabnya Om Jay, beliau adalah pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) sekaligus ketua penyelenggara kegiatan ini. Awal bisa bergabung pelatihan ini, saya mendapat info dari Bunda Lilis (Guru Inspirasi NTT). Akhirnya, Omjay memasukkan no wa saya di grup pelatihan menulis gelombang 19. Ternyata betul, disana banyak guru-guru penulis hebat yang menerbitkan banyak karya.
Pelatihan belajar menulis ini dibuka hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Para peserta bergabung via zoom dan juga bisa menyimak di youtube. Kegiatan dibuka langsung oleh Omjay, dan moderatornya Ibu Rita Wati. Selanjutnya, ada sedikit pemaparan materi oleh Pak Brian, yang juga alumni pelatihan belajar menulis gelombang 4 (Maret 2020). Kegiatan belajar menulis ini dilaksanakan setiap hari senin, rabu, dan jum’at pukul 19.00-21.00 WIB melalui grup whatsapp. Peserta harus menyimak materi yang disampaikan narasumber, dilanjutkan membuat resume materi di blog. Selanjutnya link tulisan dibagikan di grup dan sesama peserta bisa saling memberikan komentar dan masukkan ke penulis blog yang lain.

Dibutuhkan komitmen yang kuat ketika mengikuti belajar menulis ini. Syarat agar lulus pelatihan ini yakni peserta membuat 20 resume di blog dan menerbitkan sebuah buku solo. Tentunya ini sebuah tantangan. Peserta harus mengatur waktu sebaik mungkin agar tantangan menulis tersebut bisa diselesaikan. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini. Peserta akan mempunyai blog, mendapatkan buku solo dan buku antologi, dapat sertifikat, dan mempunyai chanel penerbit, dll.
Yang paling seru dari kegiatan belajar menulis ini, yaitu para narasumber yang hebat. Ada Omjay sebagai pendiri KSGN dan guru blogger terkenal, Ibu Sri Sugiastuti atau sapaan akrabnya Bu Kanjeng yang sudah menerbitkan banyak buku. Selain itu juga ada guru-guru inspiratif lainnya: Pak Brian, Bu Aam, Bu Rita, Bu Ditta, dan guru hebat lainnya. Banyak sekali peserta yang bersyukur bisa bergabung di pelatihan belajar menulis ini, termasuk saya. Mari kita belajar menulis, karena tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Semangat menulis dan berkarya.
Guru & Pembelajar,
PembaTIK Level 2 Tahun 2021

PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis TIK, sebuah program peningkatan kompetensi TIK bagi guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Pusdatin (dahulu Pustekkom) Kemendikbud sejak tahun 2017. PembaTIK tahun 2021 diselenggarakan dengan moda dalam jaringan (daring), mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengharuskan penerapan protokol kesehatan serta pembatasan fisik dan sosial. Metode peningkatan kompetensi yang digunakan adalah pembimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan oleh tim narasumber/fasilitator kepada peserta PembaTIK. Bimtek PembaTIK dikembangkan menjadi empat level kompetensi, yakni: 1) Literasi, 2) Implementasi, 3) Kreasi, dan 4) Berbagi dan Berkolaborasi. PembaTIK 2021 mengambil tema berjudul “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama Rumah Belajar”. Dengan rasional bahwa pembelajaran berbasis TIK di masa pandemi menunjukkan dinamika yang luar biasa dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.
PembaTIK level 2 (Implementasi TIK) dilaksanakan setelah proses level 1 (Literasi TIK) selesai. Peserta level 2 terdiri atas peserta yang lulus level 1 PembaTIK 2021 dan alumni peserta PembaTIK tahun 2020. Level 2 dilaksanakan secara bergelombang, dalam bentuk kelas-kelas daring. Pembelajaran level 2 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di kelas daring, forum diskusi (asinkronous), sesi pembimbingan dan pendalaman materi (sinkronous), dan mengerjakan dan mengunggah tugas yang diberikan. Pembelajaran level 2 setara 32 jam pembelajaran. Kelulusan level 2 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil ujian akhir level 2, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/ pembimbingan/ pendalaman materi). Pembobotan nilainya yakni: tugas akhir (60%) dan ujian akhir (40%).
Berikut merupakan modul bimtek PembaTIK level 2 Tahun 2021
Modul 1 - Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21
Modul 2 - Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar
Modul 3 - Pemanfaatan Media TV Edukasi, Radio Suara Edukasi dan M-Edukasi untuk Pembelajaran
Modul 4 - Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar
Modul 5 - Pembuatan Media Video Pembelajaran
Link download soal Ujian Akhir Level 2
Pemilihan Duta Rumah Belajar adalah puncak dari proses PembaTIK yang di dalamnya terdapat program pemanfaatan portal Rumah Belajar. Pemilihan Duta Rumah Belajar menjadi semacam “bonus” bagi guru yang memiliki kompetensi TIK yang mumpuni serta potensial sebagai perpanjangan tangan fungsi Rumah Belajar di daerah masing-masing. Duta Rumah Belajar dalam tugasnya membantu Pusdatin khususnya portal Rumah Belajar dalam menyosialisasikan dan mendiseminasikan segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Peserta yang mengikuti pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB) adalah 5 orang peserta terbaik level 4 dari setiap provinsi.
Referensi :
Buku “Pedoman Penyelenggaraan Pembatik & Pemilihan Duta Rumah Belajar 2021” oleh PUSDATIN KEMDIKBUD
Menulis Perlu Pembiasaan


Menulis Semudah Ceplok Telur

Menulis itu sangat mudah. Semudah kita membuat ceplok telur. Tuk Byaarr… telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet memasaknya. Jangan pernah berpikir tulisan kita jelek atau lainnya, hal inilah yang akan membuat kita tidak bisa menulis. Jika pikiran buntu tetap saja menulis. Tulis apa saja. Tulis..tulis dan tulis. Nanti kesempurnaan akan mengikuti. Menulis itu bekerja untuk keabadian. “Jika kau bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah” – Imam Ghozali. Itulah salah satu quote yang menarik dan patut kita renungkan, khusususnya yang bercita-cita jadi penulis. Kalau kita ingin dikenal dan dikenang oleh orang banyak maka hal yang paling tepat adalah dengan meninggalkan karya, salah satunya berupa tulisan atau buku. Atau sekadar untuk catatan pribadi semacam blog atau lainnya.
Mengapa kita harus menulis? Apakah menulis itu penting untuk kita? Jawabannya, iya. Landasan mengapa kita harus menulis menurut Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok”. Imam Syafi’i juga pernah bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja”. Disini, ilmu diibaratkan seperti hewan buruan apabila tidak diikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya manusia yang terbatas. Sebagai umat islam, kita perlu membiasakan diri untuk belajar menulis. Karena sahabat Rasulullah SAW juga menuliskan Al-Qur’an dan Al-Hadits kemudian dibukukan. Seandainya saja Khalifah Utsman bin Affan tidak mengumpulkan para penghafal Al-Qur’an untuk berkumpul dan menulis Al-Qur’an sampai adanya mushaf Al-Qur’an yang sekarang ini. Coba bayangkan kalau Al-Qu’an tidak pernah ditulis, bisa saja hilang ditelan masa dan akan terjadi distorsi dalam kitab suci umat islam ini. Atas dasar itulah menuliskan ilmu yang kita dapatkan itu sangat penting sekali.
Salah satu cara menjadi penulis hebat adalah dengan bergabung dalam komunitas menulis. Dalam komunitas tersebut, kita akan mendapatkan banyak teman yang sama-sama hobi menulis dan saling memberikan inspirasi serta motivasi. Ada kutipan yang sangat menarik, “Tebarkan manfaat di setiap helaan nafas meski hanya dari sebuah tulisan”. Menulis tak akan berdampak apa-apa jika tidak memiliki komitmen dalam diri untuk berlatih menulis setiap hari. Menulis yang paling mudah yakni menulis pengalaman sendiri. Menurut JK Rowling, “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. Oleh karena itu, mari menulis karena menulis semudah ceplok telur.
Salam Literasi,
Novatama Adi Nugraha
Referensi :
Seminar Menulis bersama Rumah Produktif Indonesia (RPI) NTT
Pemateri : Bunda Lilis Sutikno (Guru Inspirasi NTT)
Sumber gambar :
https://nasihatsahabat.com/ikatlah-ilmu-dengan-cara-menulisnya/
Kelas "Belajar Menulis Buku ber-ISBN"

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. “Teruslah menulis, teruslah membaca, dan teruslah berkarya” (Bunda Lilis Sutikno, Guru Inspirasi NTT). Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan 1 buah buku antologi bersama guru-guru inspirasi dari pelosok negeri. Buku ini sangat luar biasa, dimana dalam karya buku ini ada 3 (tiga) Profesor yang mendukung terbitnya buku ini, yakni sebagai berikut :
- Penulis Kata Pengantar : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (Sekretaris Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud)
- Penulis Kata Sambutan Buku : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME (Guru Besar Universitas Sumatra Utara)
- Penulis Endorsment Buku : Prof. Pujiati, M.Soc, Sc., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatra Utara
Sinopsis Buku “Kisah WIT 2020 - Memberi Inspirasi Untuk Negeri”
“Musuh terbesar ilmu adalah ilusi bahwa kita berilmu” (Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah), merupakan kalimat yang memotivasi para guru hebat penulis buku ini untuk terus mengembangkan diri dan berinovasi. Mereka sadar bahwa guru yang dapat digugu dan ditiru adala guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar.
Buku ini sangat istimewa karena memuat berbagai ilmu juga pengalaman dan karya nyata para penulisnya ketika mengikuti program “Wardah Inspiring Teacher 2020” yang diselenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation. Ilmu, pengalaman dan karya yang mereka tuangkan di dalam buku ini sangat sempurna, sehingga layaklah mereka disebut guru inspiratif. Hal ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan di negara kita saat ini. Karena hanya dengan berada pada posisi sebagai inspiratorlah, seorang guru akan mampu membangun inovasi, kemandirian, dan pengembangan kreativitas setiap peserta didiknya.
Apa saja ilmu, pengalaman, dan karya nyata para guru inspiratif tersebut? Segera baca buku ini sampai tuntas, maka Anda akan mendapatkan banyak inspirasi yang akan menggugah dan mendorong Anda untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar.

- Buku Antologi "Kisah WIT 2020 ”
- ISBN : 978-602-457-762-9
- Tebal : ± 225 hal
- Penerbit : Oase Pustaka
- Cetakan Pertama : Maret 2021
Mengenal Matematika Lebih Dekat

Matematika itu sulit! Matematika itu tidak penting! Demikianlah pendapat yang sering kita dengar dari siswa terhadap matematika. Sebagian besar siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Karena dianggap sulit, matematika sudah menjadi hantu di kelas-kelas bahkan sebelum pelajaran pertama dimulai. Ada candaan kalau MATEMATIKA itu MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan pusingnya. Beberapa pendapat di atas adalah persepsi yang salah. Bukankah 1 + 1 = 2 selamanya? Mudah bukan, dimana letak sulitnya. Pelajaran sekolah dasar akan sangat mudah jika dikerjakan oleh siswa sekolah menengah pertama atau atas. Ketika siswa sudah menemukan keasyikan belajar matematika, maka matematika menjadi pelajaran yang mudah.
Matematika merupakan himpunan pengetahuan dan temuan manusia, yang diperoleh dengan metode yang solid, disepakati oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing dan telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sekarang berkembang sebagai ilmu atau sistem pengetahuan. Berawal dari geometri dan aritmetika, cabang-cabang matematika lainnya, seperti aljabar, kalkulus, dan statistika pun lahir. Matematika disebut ratunya ilmu pengetahuan (The Queen of Science), karena matematika menjadi pembuka jalan untuk banyak penemuan dalam bidang lainnya.
Mengingat betapa pentingnya matematika, karena semua bidang membutuhkan matematika dalam penyelesainnya. Matematika banyak digunakan dalam berbagai bidang disiplin lain, misalnya fisika, kimia, biologi, teknik, komputer, industri, ekonomi, kedokteran, dan pertanian. Untuk itulah mengapa matematika diajarkan sejak awal kita sekolah. Untuk tingkat taman kanak-kanak, siswa diajarkan mengenal bilangan yang sangat dasar yaitu, bilangan asli, dan belajar mengurutkan bilangan tersebut. Ini bertujuan agar di sekolah dasar siswa bisa menghitung bilangan tersebut. Untuk tingkat sekolah dasar, siswa diharapkan bisa menghitung dengan berbagai macam operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Lalu siswa dikenalkan dengan soal cerita sederhana dan membuatnya ke dalam kalimat matematika kemudian menyelesaikannya. Ini bertujuan untuk melatih nalar kita dalam menghadapi masalah sehari-hari, seperti menghitung kembalian saat kita jajan di sekolah atau di rumah. Saat di sekolah menengah pertama dan atas, siswa dikenalkan dengan matematika yang cukup kompleks dan diharapkan bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut. Apakah kita sudah melalui proses bermatematika dengan benar? Jika benar, kita bisa mengikuti setiap materi yang kita terima dengan baik. Jika tidak, kita selalu kesulitan dengan pelajaran ini dan bertanya kenapa kita harus belajar materi yang sulit ini?
Belajar matematika itu seperti bermain game. Dalam game pastilah terdapat aturan-aturan yang harus diikuti, begitu pula matematika memiliki aturan-aturan dasar yang disebut aksioma. Bermain game tentunya menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Semakin tinggi levelnya, semakin sulit permainannya. Begitu pula dengan matematika, soal matematika tingkat SMA akan lebih sulit dibandingkan dengan soal matematika tingkat SMP atau SD. Kita merasa puas jika mampu menyelesaikan suatu game, begitu pula dengan mengerjakan soal matematika. Ada kepuasan jika kita mampu mengerjakan soal matematika. Apalagi jika soal tersebut susah, pasti kepuasan akan berlipat ganda.
Tahukah kita kenapa seorang penulis bisa menulis buku yang sukses? Atau seseorang bisa menjadi pengacara yang sukses? Atau seorang dokter yang bisa menyembuhkan pasien yang sakit? Ketiga profesi tersebut mungkin tidak membutuhkan matematika saat di bangku kuliah, tapi apakah matematika jadi tidak penting bagi mereka? Kalau kita telurusi lebih jauh, sebenarnya mereka menggunakan konsep bermatematika yang benar. Seorang penulis bisa menyusun sebuah kata-kata dan kalimat-kalimat menjadi tulisan yang bagus itu membutuhkan strategi; begitu juga seorang pengacara bisa memenangkan sebuah kasus hukum yang dia tangani membutuhkan strategi. Strategi tersebut mereka peroleh dari penalaran saat mereka mencoba menyelesaikan masalah dalam belajar matematika. Begitu juga ketika seorang dokter dihadapkan pada pasien yang sekarat dan membutuhkan pertolongan secepatnya, matematika akan menuntun dokter tersebut mengambil keputusan dengan menghitung resiko terkecil dari yang terburuk. Tanpa matematika seorang dokter akan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Contoh-contoh di atas sengaja mungkin tidak berhubungan langsung dengan matematika yang dipelajari saat sekolah, tapi manfaat dari belajar matematika bisa membuat mereka seperti itu. Belajar matematika melatih penalaran kita untuk bisa menghadapi masalah dan keluar jadi pemenang.
Oleh karena itu, jika saat ini nilai matematika siswa jelek bukan berarti siswa tersebut tak berbakat di bidang matematika. Bisa saja siswa tersebut belum menemukan cara mempelajari matematika yang mengasyikkan. Anak dianggap bodoh kalau nilai matematika jelek adalah pandangan yang keliru. Untuk itu ada dua hal yang sebaiknya dilakukan. Pertama: Mulailah merasakan bidang apa yang sesungguhnya kalian minati. Begitu ketemu, tekunilah bidang yang kalian minati itu. Kedua: Cobalah untuk menemukan keasyikan mempelajari matematika. Kalau perlu, cari orang yang bisa membimbing kalian mempelajari matematika dengan cara-cara menyenangkan. Matematika membantu banyak hal dalam kehidupan ke depan. Selamat berpetualang dalam pencarian minat dan bakat, dan menemukan keasyikan dalam bermatematika.
Referensi :
Buku "Anak Bertanya Pakar Menjawab" karya : Prof Hendra Gunawan (Guru Besar ITB)
Sumber gambar :
https://www.redbubble.com/people/dominicwalliman/works/25095968-the-map-of-mathematics
Matematika dan Strategi Perang Rasulullah
Matematika itu sesungguhnya disebut juga ilmu islam. Matematika tak terpisahkan dari ilmu-ilmu syariat yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis. Misalnya, menghitung waris itu pakai ilmu matematika, ilmu falak untuk mengetahui kalender hijriah yang terkait dengan ibadah sholat dan puasa, pembagian zakat juga menggunakan ilmu matematika. Bahkan, salah satu faktor kemenangan Rasulullah Saw. dalam Perang Badar juga karena ketepatan Rasulullah Saw dalam menggunakan ilmu matematika. Menurut Sun Tzu dalam karya fenomenalnya The Art of War, salah satu faktor penting meraih kemenangan dalam sebuah peperangan adalah mengetahui kekuatan diri sendiri dan mengetahui kekuatan lawan.
Menjawab Pertanyaan yang Belum Terjawab

Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, M.Sc (ahli sufi, ahli fisika, dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Panca Budi, Medan) dengan Presiden RI pertama (Ir. Soekarno). Saat itu, dia bersama rombongan diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar Juli 1965) bersama Prof. Ir. Brojonegoro, Prof. Dr. Syarif Thayib, Suprayogi, Admiral John Lie, Sucipto Besar, Kapolri, dan Duta Besar Indonesia.
“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 profesor,” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Presiden Soekarno kemudian mempersilahkan rombongan tamunya untuk duduk.
“Profesor Kadirun Yahya, silahkan duduk dekat saya,” pinta Presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.
“Profesor, saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tetapi baru sekarang aku bertemu dengan engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan kepadamu,” kata Presiden Soekarno.
“Ya, tentang apa itu, Bapak Presiden?”
“Tentang suatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tetapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya kepada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi, semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas, soalnya apa, Bapak Presiden?”
“Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya ajukan pertanyaan yang sebenarnya,” jawab Presiden Soekarno.
“Baik, Presiden,” kata Prof. Kadirun Yahya.
“Manakah yang lebih tinggi? Presiden, jenderal, atau professor dibanding dengan surga?” tanya Presiden.
“Surga,” jawab Prof. Kadirun Yahya.
“Accord (setuju)! Balas Presiden terlihat lega.
Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas, manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat dunia yang tadi dibanding pangkat surga?’ tanyanya.
“Untuk presiden, jendral, dan professor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan mengabdi pada negara, nusa, dan bangsa, atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan, untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya untuk Allah. Berpuluh-puluh tahun terus-menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk nirwana,” jawab Prof. Kadirun.
“Accord (setuju)!” kata Bung Karno.
“Sekarang baru dapat kutangkap engkau, Profesor),” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah.
“Saya cerita sedikit dahulu,” kata Bung Karno.
“Silahkan, Bapak Presiden.”
“Saya telah melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Saya pun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka, saya selidiki Al-Qur’an dan Al-Hadis, bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum.
Lantas, saya ketemu dengan satu hadis yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut, Rasulullah berkata, “Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu.” Rasul lewat dan berkata, “Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Dia ahli surga.”
Nah, Profesor, tadi engkau katakana bahwa untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk surga. Itu pun barangkali. Sementara itu, sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan dia ahli surga. How do you explain it, Profesor?” tanya Bung Karno lebih lanjut.
Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Dia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.
“Presiden, tadi bapak katakana dalam 1 tahun tak ketemu jawabannya, cob akita lihat. Mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam dua menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan.”
Keduanya adalah sama-sama ahli bidang eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/ fisika.
Di atas kertas, Prof. Kadirun mulai menuliskan jawabannya.
“ 10/10 = 1”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/100 = 1/10”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/1.000 = 1/100”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/10.000 = 1/1.000”; “Ya,” kata Presiden.
“ 10/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ 1.000.000/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ (berapa saja + apa saja)/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ dosa/∞ = 0”; “Ya,” kata Presiden.
“ Nah, …,” lanjut Prof, “ 1 × ∞ = ∞ “; “Ya,” kata Presiden.
“ 1/2 × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“ 1 zarah × ∞ = ∞” ; “Ya,” kata Presiden.
“Ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengaitkan, menggandengkan gerakannya dengan Yang Maha-Akbar. Mengikutsertakan Yang Mahabesar dalam gerakan-geraknnya. Maka, hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping, ditorpedo oleh pahala yang Mahabesar itu. 1 zarah × ∞ = ∞ dan dosa : ∞ = 0.
“Itulah dia jawabannya, Presiden!” jawab Profesor.
Bung Karno diam sejenak. “Hebat,” katanya kemudian. Bung Karno puas dengan penjelasan dari Profesor Kadirun Yahya.
REFERENSI :
Sudarmojo, Agus Haryo. 2017. Nur Muhammad – Penyebab Terciptanya Alam Semesta. Yogyakarta: Mizan
REFERENSI GAMBAR:
www.fau2i.blogspot.com
Mengenal Blog dan Manfaatnya

A. APA ITU BLOG?
Blog adalah singkatan dari "WeBlog" yang artinya jenis situs web yang menyerupai tulisan-tulisan pada halaman web, biasanya disusun diurutkan secara kronologis (waktu kejadian) mulai dari postingan yang terbaru berada di bagian atas halaman utama (homepage) diikuti postingan paling lama dibawahnya. Blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah "WeBlog" untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui secara kontinyu dan berisi link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, WeBlog dapat dirangkum sebagai kumpulan tulisan pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan tautan internet, dokumen-dokumen seperti word, excel, PDF, gambar ataupun multimedia lainnya. Para penulis blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai dan apa yang sering ditulis, apa tanggapan terhadap tautan yang dipilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal tapi tak jaring bagi beberapa orang blog dijadikan sebagai sarana penghasil pundi – pundi rupiah. Banyak Blogger tanah air yang berhasil meraup keuntungan dari kegiatan menulis blog tersebut.
B. APA YANG HARUS DITULIS DALAM BLOG?
Pertanyaan tersebut sering muncul dari Blogger pemula yang ingin memulai membuat sebuah blog. Lalu apa saja yang harus ditulis atau akan dituliskan dalam blog tersebut ? Pemilihan apa yang akan ditulis tergantung dari tema blog yang dibuat oleh Blogger. Sebagai contoh seorang guru berencana membuat sebuah blog. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa blog yang akan dibuat sebaiknya menyangkut kegiatannya sehari – hari atau yang ia gemari seperti bertemakan pendidikan, perangkat mengajar, sharing tentang media pembelajaran maupun hal – hal menarik lainnya seputar kehidupan.
Berikut ini beberapa tema tulisan blog yang sering dipublikasikan :
- Catatan harian atau apa saja yang ingin ditulis oleh Blogger.
- Ide-ide, opini, dan pandangan tertentu.
- Berita terkini dan ulasannya.
- Tips dan trik misalnya seputar olahraga, keluarga, masak-memasak, komputer, otomotif, elektronik.
- Artikel agama, hukum, seni musik, lirik lagu.
- Pelajaran sekolah, kuliah, dan kursus.
- Pengalaman pribadi yang berguna jika dibaca orang lain yang membaca blog tersebut, dll

C. APA SAJA MANFAAT MEMILIK BLOG?
- Sebagai catatan pengetahuan agar tidak hilang begitu saja karena lupa atau terselip.
- Sebagai sarana untuk membandingkan pendapat atau pengetahuan di mata umum.
- Latihan menulis dan menggunakan pendapat secara tertulis.
- Personal branding.
- Memanfaatkan blog sebagai bisnis untuk mencari uang.
- Sarana belajar komputer.
- Menambah sahabat dan teman di dunia maya.
D. APA SAJA SITUS MEMBUAT BLOG GRATIS?
Dalam pembuatan blog ada beberapa layanan yang paling sering digunakan, yaitu : Blogger.com (blogspot.com) dan Wordpress.com. Tentunya di antara kedua layanan tersebut memiliki fitur dan keunggulan tersendiri. Seperti di Wordpress.com : aksesnya cepat, fitur layanan lengkap, statistic layanan yag terintegrasi, memiliki sistem komentar yang lebih baik, dll. Sedangkan kelebihan blogger (blogspot) yakni : mudah dalam pengoperasian sehingga cocok buat pemula, pengguna juga lebih leluasa dalam mengganti serta mengedit template sehingga tampilan blog dapat disesuaikan dengan yang kita inginkan, dll.
REFERENSI :
https://www.dinamika.ac.id/upload/doc/Modul_V.2.5_-_2.pdf
REFERENSI GAMBAR:
https://www.viva.co.id/vstory/lainnya-vstory/1192904-pengertian-blog-blogging-dan-blogger
Menulis itu Kebutuhan
Workshop "1001 Guru Ngeblog" Angkatan 1
Pelatihan "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020"

Program "Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020" merupakan apresisasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Tahun 2020 adalah tahun ketiga pelaksanaan WIT. Di tengah pandemi COVID-19, guru-guru di Indonesia berhadapan dengan sebuah situasi baru yang dinamakan pembelajaran jarak jauh. Situasi dimana proses belajar-mengajar dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung yang tentunya memiliki tantangan sendiri. Kondisi ini yang melatarbelakangi Wardah untuk menyelenggaran program WIT 2020. Tujuan WIT 2020 yakni memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif hasil rekomendasi dari siswa maupun masyarakat umum. Apresiasi diberikan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para guru. Program WIT 2020 ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada ribuan guru di seluruh Indonesia untuk terus memberikan inspirasi bagi calon penerus masa depan. Karena guru dapat mengubah dunia melalui pendidikan. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan daring serta berkolaborasi dengan beberapa narasumber, salah satunya Kampus Guru Cikal.
Di WIT tahap 2, guru-guru dibekali materi tentang “Merancang dan Membuat Media Pembelajaran Merdeka Belajar”. Secara umum, media ajar adalah alat proses belajar yang membantu murid mencapai tujuan belajar. Ada 7 model media ajar inovatif yakni: Poster; Papan/ buku interaktif; Alat peraga; Lagu; Video; Permainan; dan Aplikasi berbasis teknologi. Dalam merancang media pembelajaran, bisa menggunakan Design Thinking yang terdiri dari 5 tahapan yakni: 1) Empati terhadap murid; 2) Definisikan masalah; 3) Mencari Ide; 4) Membuat purwarupa; 5) Ujicoba. Dengan pendekatan Design Thinking, proses merancang media ajar menjadi lebih mudah. Di tahap ini, sebanyak 503 guru yang lolos kurasi.


Selanjutnya, di WIT Tahap 3 guru-guru mendapat materi tentang “Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar”. Selain mengajar, guru tetap dapat berkarier menjadi apapun yang diinginkan, misalnya: penulis, pelatih/ narasumber, pencipta konten, dll. Setiap guru mempunyai talenta/ bakat yang harus diasah untuk jenjang kariernya, salah satunya guru penulis. Untuk membantu alur penulisan praktik baik, kita bisa menggunakan formula ATAP, yakni: 1) Awal; 2) Tantangan; 3) Aksi; dan 4) Perubahan. Guru-guru sangat semangat dalam menulis praktik baik pembelajaran yang telah dilakukan dan saling menginspirasi guru lainnya. Di tahap ini, dipilih 242 guru dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) tanggal 12-13 Desember 2020. TPN ke VII ini temanya “Teknologi untuk masa depan hadir di pembelajaran masa kini”. Bersyukur sekali bisa menjadi pembicara, sungguh ini pengalaman yang sangat berharga dan tak akan terlupakan. Di TPN 2020 ini terdapat 1000 pembicara dan terbagi menjadi 4 kelas yakni: kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, kelas kolaborasi, dan kelas karier. Setelah mengikuti TPN, saya dan guru-guru lainnya seperti mendapat suntikan semangat dan inspirasi untuk terus belajar. Semoga bisa berjumpa lagi di TPN ke VIII tahun 2021. Salam Merdeka Belajar!!!
Referensi :
Pelatihan "Microsoft Office 365 dalam Pembelajaran"


